Ketika mulai belajar Nahwu, kita biasanya menghafal: raf‘ dengan dhammah, nashab dengan fathah, jarr dengan kasrah, dan jazm dengan sukun.
Rumus itu benar sebagai dasar, tetapi belum lengkap.
Dalam kitab kita akan menemukan kata yang marfu‘ dengan wawu atau alif, manshub dengan ya atau kasrah, bahkan kata yang majrur tetapi akhirnya fathah.
Yang diperhatikan adalah fungsi dan keadaan i‘rabnya, bukan bentuk harakat semata.
Tentukan lebih dahulu apakah sebuah kata marfu‘, manshub, majrur, atau majzum. Setelah itu baru tentukan tanda i‘rab yang sesuai dengan bentuk katanya.
1. Kedudukan I‘rab Bukan Tanda I‘rab
Perhatikan:
الطَّالِبُ adalah fa‘il. Karena fa‘il, ia berkedudukan marfu‘.
Tanda raf‘-nya adalah dhammah.
Sekarang bandingkan:
الْمُسْلِمُونَ juga fa‘il dan juga marfu‘. Namun tanda raf‘-nya bukan dhammah, melainkan wawu.
DHAMMAH / WAWU / ALIF / ثُبُوتُ النُّون = TANDA I‘RAB
2. Empat Keadaan I‘rab dan Tanda Aslinya
وَالنَّصْبُ بِالْفَتْحَةِ
وَالْجَرُّ بِالْكَسْرَةِ
وَالْجَزْمُ بِالسُّكُونِ
Isim menerima raf‘, nashab, dan jarr.
Fi‘il mudhari‘ yang mu‘rab menerima raf‘, nashab, dan jazm.
Karena itu, isim tidak dijazmkan dan fi‘il tidak dijarrkan.
3. Tanda I‘rab Asli
A. Dhammah sebagai Tanda Asli Raf‘
B. Fathah sebagai Tanda Asli Nashab
C. Kasrah sebagai Tanda Asli Jarr
D. Sukun sebagai Tanda Asli Jazm
4. Tanda Pengganti untuk Raf‘
Tanda pengganti raf‘ yang paling penting adalah:
A. Wawu pada Jamak Mudzakkar Salim
B. Wawu pada Asmaul Khamsah
Lihat lima Asmaul Khamsah dan syarat ringkasnya
Ketika memenuhi syaratnya, pola i‘rabnya:
Raf‘ dengan wawu, nashab dengan alif, jarr dengan ya.
C. Alif pada Mutsanna
D. Tetapnya Nun pada Af‘alul Khamsah
Af‘alul khamsah adalah bentuk mudhari‘ seperti:
5. Tanda Pengganti untuk Nashab
Tanda pengganti nashab yang penting:
A. Alif pada Asmaul Khamsah
B. Ya pada Mutsanna
C. Ya pada Jamak Mudzakkar Salim
D. Kasrah pada Jamak Muannats Salim
E. Hapus Nun pada Af‘alul Khamsah
6. Tanda Pengganti untuk Jarr
Tanda pengganti jarr yang penting:
A. Ya pada Mutsanna
B. Ya pada Jamak Mudzakkar Salim
C. Ya pada Asmaul Khamsah
D. Fathah pada Mamnu‘ Minash-Sharf
Kapan Mamnu‘ Minash-Sharf Kembali Berkasrah?
Pada pola yang umum, isim mamnu‘ minash-sharf dijarrkan dengan fathah apabila tidak memakai ال dan tidak menjadi mudhaf.
Bandingkan:
مَسَاجِدَ majrur dengan fathah.
Karena memakai ال, jarr kembali menggunakan kasrah.
Karena مَسَاجِد menjadi mudhaf, jarr menggunakan kasrah.
7. Tanda Pengganti untuk Jazm
Dua tanda pengganti jazm yang sangat penting:
A. Hapus Nun pada Af‘alul Khamsah
Bandingkan tiga keadaan:
| Kalimat | Keadaan | Tanda |
|---|---|---|
| يَكْتُبُونَ | Marfu‘ | ثبوت النون |
| لَنْ يَكْتُبُوا | Manshub | حذف النون |
| لَمْ يَكْتُبُوا | Majzum | حذف النون |
B. Hapus Huruf ‘Illat
Ini berlaku pada fi‘il mudhari‘ mu‘tal akhir.
8. Tabel Besar Tanda I‘rab
| Keadaan | Tanda Asli | Tanda Pengganti Penting |
|---|---|---|
| Raf‘ | Dhammah | Wawu, Alif, ثبوت النون |
| Nashab | Fathah | Alif, Ya, Kasrah, حذف النون |
| Jarr | Kasrah | Ya, Fathah |
| Jazm | Sukun | حذف النون, حذف حرف العلة |
9. Lima Pola yang Wajib Menjadi Refleks
1. Mutsanna
رَأَيْتُ الطَّالِبَيْنِ
مَرَرْتُ بِالطَّالِبَيْنِ
2. Jamak Mudzakkar Salim
رَأَيْتُ الْمُسْلِمِينَ
مَرَرْتُ بِالْمُسْلِمِينَ
3. Jamak Muannats Salim
4. Asmaul Khamsah
رَأَيْتُ أَبَاكَ
مَرَرْتُ بِأَبِيكَ
5. Af‘alul Khamsah
لَنْ يَكْتُبُوا
لَمْ يَكْتُبُوا
10. Tanda Muqaddarah Bukan Tanda Pengganti
Ini perlu dipisahkan agar pembaca tidak mencampur dua konsep.
Perhatikan:
الْفَتَى adalah fa‘il, sehingga marfu‘.
Tanda raf‘-nya tetap dhammah, tetapi dhammah tersebut tidak tampak.
1. Tanda asli yang tampak
جَاءَ زَيْدٌ → dhammah tampak.
2. Tanda pengganti
جَاءَ الْمُسْلِمُونَ → wawu menggantikan dhammah.
3. Tanda muqaddarah
جَاءَ الْفَتَى → dhammah tetap tanda raf‘, tetapi tidak dapat ditampakkan.
11. Lima Jebakan yang Paling Sering Membuat Salah I‘rab
Jebakan 1 — Fathah Tidak Selalu Manshub
أَحْمَدَ = majrur dengan fathah karena mamnu‘ minash-sharf.
Jebakan 2 — Kasrah Tidak Selalu Majrur
الْمُسْلِمَاتِ = manshub dengan kasrah karena jamak muannats salim.
Jebakan 3 — Ya Bisa Menjadi Tanda Nashab atau Jarr
مَرَرْتُ بِالْمُسْلِمِينَ
Bentuk akhirnya sama, tetapi yang pertama manshub dan yang kedua majrur.
Jebakan 4 — Hapus Nun Bisa Nashab atau Jazm
لَمْ يَكْتُبُوا
Yang pertama manshub, yang kedua majzum.
Jebakan 5 — Jangan Menentukan I‘rab Hanya dari Harakat
“Ada fathah → pasti manshub.”
“Ada kasrah → pasti majrur.”
Cara ini akan gagal ketika berhadapan dengan mamnu‘ minash-sharf, jamak muannats salim, mutsanna, jamak mudzakkar salim, dan bentuk-bentuk lainnya.
12. Algoritma Menentukan Tanda I‘rab
Langkah 1 — Tentukan jenis katanya.
Isim atau fi‘il?
Langkah 2 — Tentukan fungsi atau ‘amilnya.
Fa‘il? Maf‘ul bih? Setelah huruf jar? Didahului لن atau لم?
Langkah 3 — Tentukan keadaan i‘rabnya.
Raf‘, nashab, jarr, atau jazm?
Langkah 4 — Kenali bentuk katanya.
Mufrad? Mutsanna? Jamak mudzakkar salim? Jamak muannats salim?
Asmaul khamsah? Af‘alul khamsah? Mamnu‘ minash-sharf? Mu‘tal akhir?
Langkah 5 — Baru tentukan tanda i‘rabnya.
13. Contoh Analisis Langkah demi Langkah
Contoh 1
Fungsinya? Fa‘il.
Hukum fa‘il? Marfu‘.
Bentuk katanya? Mutsanna.
Tanda raf‘ mutsanna? Alif.
Contoh 2
Fungsinya? Maf‘ul bih.
Hukumnya? Manshub.
Bentuknya? Jamak mudzakkar salim.
Tanda nashabnya? Ya.
Contoh 3
Didahului apa? Huruf jar.
Keadaan i‘rab? Majrur.
Bentuk? Mamnu‘ minash-sharf.
Tanda jarr? Fathah.
Contoh 4
Kata? يَدْعُ.
Jenis? Fi‘il mudhari‘.
‘Amil? لَمْ.
Keadaan? Majzum.
Bentuk? Mu‘tal akhir.
Tanda jazm? Hapus huruf ‘illat.
14. Tabel Hafalan Cepat
| Bentuk | Raf‘ | Nashab | Jarr / Jazm |
|---|---|---|---|
| Isim mufrad — pola asal | Dhammah | Fathah | Kasrah |
| Mutsanna | Alif | Ya | Ya |
| Jamak mudzakkar salim | Wawu | Ya | Ya |
| Jamak muannats salim | Dhammah | Kasrah | Kasrah |
| Asmaul khamsah — jika memenuhi syarat | Wawu | Alif | Ya |
| Fi‘il mudhari‘ shahih akhir | Dhammah | Fathah | Sukun |
| Af‘alul khamsah | ثبوت النون | حذف النون | حذف النون |
| Mudhari‘ mu‘tal akhir | Tanda raf‘ sesuai kaidahnya | Tanda nashab sesuai bentuk akhirnya | حذف حرف العلة |
Kesimpulan
Kesalahan terbesar dalam memahami tanda i‘rab adalah menganggap:
dhammah = pasti marfu‘;
fathah = pasti manshub;
kasrah = pasti majrur.
Padahal ketika membaca kitab kita dapat menemukan:
Marfu‘ dengan alif.
Manshub dengan kasrah.
Majrur dengan fathah.
Manshub dengan hapus nun.
Majzum dengan hapus huruf ‘illat.
Karena itu jangan mulai analisis dari tanda yang tampak.
Gunakan urutan:
Fungsi → keadaan i‘rab → bentuk kata → tanda i‘rab.
Jika urutan berpikir ini menjadi kebiasaan, tanda i‘rab tidak lagi menjadi hafalan yang terpisah-pisah. Ia berubah menjadi sebuah sistem yang logis dan mudah digunakan ketika membaca kitab gundul.
Komentar
Posting Komentar