Langsung ke konten utama

Materi Terbaru

Menampilkan postingan dengan label NAHWU

Badal: Ketika Kata Kedua Menjelaskan atau Menggantikan Kata Pertama

```html BELAJAR MEMBACA KITAB GUNDUL Badal: Ketika Kata Kedua Menjelaskan atau Menggantikan Kata Pertama Ketika membaca kalimat Arab, kita kadang menemukan dua isim berurutan seperti: جَاءَ أَخُوكَ زَيْدٌ Saudaramu, yaitu Zaid, telah datang. Apakah زَيْدٌ merupakan sifat dari أَخُوكَ? Bukan. Pada analisis yang umum digunakan dalam pembelajaran Nahwu, زَيْدٌ dapat menjadi: بَدَلٌ yaitu kata yang mengikuti kata sebelumnya, sementara kata kedua itulah yang secara langsung dimaksud oleh hukum dalam kalimat. Kaidah pertama: Badal termasuk kelompok التَّوَابِعُ . Karena itu, badal mengikuti mubdal minhu dalam i‘rab. Isi Pembahasan Apa itu badal? Mengapa badal mengikuti i‘rab? Empat jenis badal Badal kull min kull Badal ba‘dh min kull Badal isytimal Badal ghalath Badal vs na‘at, taukid, dan athaf Badal vs ‘athaf bayan Latihan membaca 1. Apa Itu Badal? Definisi ringkas yang sering digunakan dalam Nahwu: الْبَدَلُ تَاب...

Khabar Didahulukan dan Mubtada Diakhirkan: Jangan Salah Menentukan Kedudukan

```html BELAJAR MEMBACA KITAB GUNDUL Khabar Didahulukan dan Mubtada Diakhirkan: Jangan Salah Menentukan Kedudukan Pemula biasanya mengenal pola jumlah ismiyyah seperti: الطَّالِبُ مُجْتَهِدٌ الطَّالِبُ sebagai mubtada dan مُجْتَهِدٌ sebagai khabar. Lalu bagaimana jika kita menemukan: فِي الْبَيْتِ رَجُلٌ Apakah فِي الْبَيْتِ mubtada karena berada di awal? Tidak. Justru: فِي الْبَيْتِ = خَبَرٌ مُقَدَّمٌ رَجُلٌ = مُبْتَدَأٌ مُؤَخَّرٌ Inilah yang disebut: khabar didahulukan dan mubtada diakhirkan. Kaidah pertama: Posisi sebuah kata dalam tulisan tidak selalu sama dengan fungsi Nahwunya. Kata yang muncul pertama belum tentu mubtada. Isi Pembahasan Pola normal mubtada–khabar Apa itu khabar muqaddam? Mengapa khabar didahulukan? Kapan khabar wajib didahulukan? Kapan pendahuluan khabar hanya boleh? Khabar berupa jar-majrur dan zharaf Jangan salah mengira semua jar-majrur sebagai khabar Contoh yang sering muncul dalam kitab ...

Lā Nāfiyah lil-Jins: Memahami Pola “Tidak Ada…” dalam Kitab

```html BELAJAR MEMBACA KITAB GUNDUL Lā Nāfiyah lil-Jins: Memahami Pola “Tidak Ada…” dalam Kitab Ketika membaca kitab Arab, kita sangat sering menemukan ungkapan: لَا شَكَّ ـ لَا رَيْبَ ـ لَا بَأْسَ ـ لَا حَرَجَ ـ لَا خِلَافَ Semua menggunakan kata لَا , tetapi لَا tidak selalu mempunyai fungsi Nahwu yang sama. Salah satu bentuk yang sangat penting untuk dikuasai adalah: لَا النَّافِيَةُ لِلْجِنْسِ Lā yang meniadakan seluruh jenis. Rumus makna paling mudah: لَا النافية للجنس biasanya memberikan pengertian: “tidak ada satu pun dari jenis tersebut.” Isi Pembahasan Apa itu Lā Nāfiyah lil-Jins? Rumus dan cara kerjanya Syarat agar Lā dapat bekerja Tiga bentuk isim Lā Makna “mufrad” dalam bab ini Bentuk-bentuk khabar Lā Perbedaan dengan Lā Nāhiyah dan Lā Nāfiyah biasa Ungkapan yang sering muncul dalam kitab Kesalahan yang sering terjadi Latihan membaca dan i‘rab 1. Apa Itu Lā Nāfiyah lil-Jins? Nama lengkapnya: لَا النَّافِيَةُ...

Tanda I‘rab Asli dan Tanda I‘rab Pengganti

```html BELAJAR MEMBACA KITAB GUNDUL Tanda I‘rab Asli dan Tanda I‘rab Pengganti: Jangan Mengira Semua Marfu‘ Harus Dhammah Ketika mulai belajar Nahwu, kita biasanya menghafal: raf‘ dengan dhammah, nashab dengan fathah, jarr dengan kasrah, dan jazm dengan sukun. Rumus itu benar sebagai dasar, tetapi belum lengkap. Dalam kitab kita akan menemukan kata yang marfu‘ dengan wawu atau alif , manshub dengan ya atau kasrah , bahkan kata yang majrur tetapi akhirnya fathah . الْعِبْرَةُ بِالْوَظِيفَةِ وَالْإِعْرَابِ، لَا بِشَكْلِ الْحَرَكَةِ وَحْدَهَا Yang diperhatikan adalah fungsi dan keadaan i‘rabnya, bukan bentuk harakat semata. Inti artikel: Tentukan lebih dahulu apakah sebuah kata marfu‘, manshub, majrur, atau majzum . Setelah itu baru tentukan tanda i‘rab yang sesuai dengan bentuk katanya. Isi Pembahasan Kedudukan i‘rab berbeda dengan tanda i‘rab Empat keadaan dan tanda asli i‘rab Tanda pengganti raf‘ Tanda pengganti nashab Tanda pengganti jarr ...
← Sebelumnya Memuat halaman… Berikutnya →

Komunitas Pembelajar

Ikuti Sukri Almarosy

Jadilah bagian dari komunitas pembelajar PBJ, kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi ASN. Dengan menjadi follower, materi terbaru lebih mudah ditemukan melalui Daftar Bacaan Blogger Anda.

  • Mengetahui pembaruan artikel dan materi pembelajaran lebih cepat.
  • Mudah kembali ke panduan PBJ, simulasi, dan pembahasan terbaru.
  • Gratis, aman melalui akun Google, dan dapat berhenti mengikuti kapan saja.

✓ Menjadi Followers

Klik tombol di bawah, masuk dengan akun Google, lalu pilih mengikuti secara publik atau anonim.

✓ Ikuti di Blogger Nama dan foto profil hanya tampil jika Anda memilih mengikuti secara publik.

Mulai Belajar Hari Ini

Pengetahuan yang tepat membuat kita bekerja lebih tenang dan profesional.

Jelajahi Rumah Belajar ASN