Langsung ke konten utama

Belajar Badal dalam Ilmu Nahwu: Jenis, Tanda I‘rab, dan Cara Menentukannya

Badal dalam Ilmu Nahwu: Pengertian, 4 Jenis, Hukum I‘rab, dan Contohnya

Badal dalam Ilmu Nahwu: Pengertian, 4 Jenis, Hukum I‘rab, dan Contohnya

Pengertian, unsur, jenis, hukum kesesuaian, kedudukan i‘rab, tanda-tandanya, serta cara membedakannya dari na‘at dan ‘aṭaf bayān.

1. Pengertian Badal

Badal (الْبَدَلُ) adalah kata pengikut yang dimaksud oleh hukum atau maksud utama kalimat, sedangkan kata sebelumnya berfungsi sebagai pengantar atau penjelas awal. Kata yang diikuti disebut mubdal minhu (الْمُبْدَلُ مِنْهُ).

الْبَدَلُ تَابِعٌ مَقْصُودٌ بِالْحُكْمِ بِلَا وَاسِطَةٍ
Badal ialah kata pengikut yang menjadi sasaran hukum kalimat secara langsung tanpa perantara huruf ‘aṭaf.
جَاءَ أَخُوكَ خَالِدٌ
Saudaramu, yaitu Khalid, telah datang.

أَخُوكَ adalah mubdal minhu, sedangkan خَالِدٌ adalah badal. Orang yang sebenarnya dimaksud datang ialah Khalid.

Uji sederhana: pada banyak contoh badal, mubdal minhu dapat dihilangkan dan kalimat masih benar: جَاءَ خَالِدٌ. Namun, uji penghapusan hanyalah alat bantu dan bukan satu-satunya dasar penentuan.

2. Unsur-Unsur dalam Susunan Badal

UnsurIstilah ArabKeteranganContoh
Kata yang diikutiالْمُبْدَلُ مِنْهُKata yang disebut lebih dahulu.حَضَرَ الْمُعَلِّمُ أَحْمَدُ
Kata penggantiالْبَدَلُKata kedua yang menjadi sasaran utama hukum kalimat.أَحْمَدُ adalah badal.
‘Āmil atau pengaruh gramatikalالْعَامِلُUnsur yang menentukan kedudukan i‘rab mubdal minhu dan diikuti oleh badal.حَضَرَ menyebabkan unsur sesudahnya berkedudukan marfū‘ sebagai fā‘il.

3. Badal Termasuk At-Tawābi‘

Badal termasuk at-tawābi‘ (التَّوَابِعُ), yaitu kata-kata yang mengikuti i‘rab kata sebelumnya. Kelompok ini juga mencakup na‘at, taukīd, dan ‘aṭaf.

الْبَدَلُ يَتْبَعُ الْمُبْدَلَ مِنْهُ فِي إِعْرَابِهِ
Badal mengikuti mubdal minhu dalam i‘rabnya.
Kedudukan
الْمَوْقِعُ الْإِعْرَابِيُّ
Rumus I‘rab Arab
صِيغَةُ الْإِعْرَابِ
Contoh
الْمِثَالُ
Penjelasan
الْبَيَانُ
Badal marfū‘
بَدَلٌ مَرْفُوعٌ
بَدَلٌ مَرْفُوعٌ، تَابِعٌ لِلْمُبْدَلِ مِنْهُ فِي رَفْعِهِ، وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ عَلَى آخِرِهِجَاءَ صَدِيقُكَ عَلِيٌّعَلِيٌّ marfū‘ karena mengikuti صَدِيقُكَ yang marfū‘.
Badal manṣūb
بَدَلٌ مَنْصُوبٌ
بَدَلٌ مَنْصُوبٌ، تَابِعٌ لِلْمُبْدَلِ مِنْهُ فِي نَصْبِهِ، وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ الظَّاهِرَةُ عَلَى آخِرِهِرَأَيْتُ صَدِيقَكَ عَلِيًّاعَلِيًّا manṣūb karena mengikuti صَدِيقَكَ yang manṣūb.
Badal majrūr
بَدَلٌ مَجْرُورٌ
بَدَلٌ مَجْرُورٌ، تَابِعٌ لِلْمُبْدَلِ مِنْهُ فِي جَرِّهِ، وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ عَلَى آخِرِهِمَرَرْتُ بِصَدِيقِكَ عَلِيٍّعَلِيٍّ majrūr karena mengikuti صَدِيقِكَ yang majrūr.
Penting: badal wajib mengikuti mubdal minhu dalam i‘rab, tetapi tidak disyaratkan selalu sama dalam ma‘rifah–nakirah, mudzakkar–mu’annats, atau mufrad–tatsniyah–jamak. Inilah salah satu perbedaannya dari na‘at ḥaqīqī.

4. Jenis-Jenis Badal

A. Badal Kull min Kull — بَدَلُ الْكُلِّ مِنَ الْكُلِّ

Disebut juga badal muṭābiq (الْبَدَلُ الْمُطَابِقُ). Badal dan mubdal minhu menunjuk kepada orang atau benda yang sama secara keseluruhan.

حَضَرَ الْمُعَلِّمُ خَالِدٌ
Guru itu, yaitu Khalid, telah hadir.

خَالِدٌ: بَدَلُ كُلٍّ مِنْ كُلٍّ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

صِرَاطَ الَّذِينَ dapat dii‘rab sebagai badal dari الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ, sehingga berkedudukan manṣūb. Ini merupakan salah satu wajah i‘rab yang dikenal dalam penafsiran nahwu QS Al-Fātiḥah.

صِرَاطَ: بَدَلٌ مِنَ الصِّرَاطِ الْأَوَّلِ مَنْصُوبٌ، تَابِعٌ لِلْمُبْدَلِ مِنْهُ فِي نَصْبِهِ، وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ الظَّاهِرَةُ عَلَى آخِرِهِ، وَهُوَ مُضَافٌ. الَّذِينَ: اسْمٌ مَوْصُولٌ مَبْنِيٌّ فِي مَحَلِّ جَرٍّ مُضَافٌ إِلَيْهِ.

B. Badal Ba‘ḍ min Kull — بَدَلُ الْبَعْضِ مِنَ الْكُلِّ

Badal menunjukkan bagian nyata dari mubdal minhu. Pada umumnya badal mengandung ḍamīr yang kembali kepada mubdal minhu.

فِي بَدَلِ الْبَعْضِ مِنَ الْكُلِّ ضَمِيرٌ يَعُودُ إِلَى الْمُبْدَلِ مِنْهُ
أَكَلْتُ الرَّغِيفَ نِصْفَهُ
Saya memakan roti itu, yaitu separuhnya.

نِصْفَهُ: بَدَلُ بَعْضٍ مِنْ كُلٍّ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ، وَهُوَ مُضَافٌ، وَالْهَاءُ مُضَافٌ إِلَيْهِ.

قَرَأْتُ الْكِتَابَ ثُلُثَهُ
Saya membaca buku itu, yaitu sepertiganya.

Kata ثُلُثَهُ merupakan bagian kuantitatif dari buku dan ḍamīr ـهُ kembali kepada الْكِتَابَ.

C. Badal Isytimāl — بَدَلُ الاشْتِمَالِ

Badal isytimāl menunjukkan sesuatu yang terkandung, melekat, atau berkaitan erat dengan mubdal minhu, tetapi bukan bagian fisik darinya. Badal jenis ini juga biasanya mengandung ḍamīr yang kembali kepada mubdal minhu.

أَعْجَبَنِي الطَّالِبُ خُلُقُهُ
Siswa itu membuat saya kagum, yaitu akhlaknya.

خُلُقُهُ: بَدَلُ اشْتِمَالٍ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ، وَهُوَ مُضَافٌ، وَالْهَاءُ مُضَافٌ إِلَيْهِ.

Akhlak bukan bagian fisik siswa, tetapi sifat yang terkandung pada dirinya.

نَفَعَنِي الْمُعَلِّمُ عِلْمُهُ
Guru itu memberi saya manfaat, yaitu ilmunya.

عِلْمُهُ adalah sesuatu yang dimiliki atau terkandung pada guru, bukan bagian anggota tubuhnya.

D. Badal Mubāyin — الْبَدَلُ الْمُبَايِنُ

Badal mubāyin digunakan ketika kata kedua berbeda dari kata pertama karena pembicara mengoreksi, mengubah, atau menarik ucapan sebelumnya. Pembahasan ini lebih sesuai untuk tingkat lanjutan dan lebih banyak muncul dalam bahasa lisan.

JenisIstilah ArabKeadaanContoh Penjelas
Badal galaṭبَدَلُ الْغَلَطِLidah terlanjur menyebut kata yang salah, lalu langsung memperbaikinya.رَأَيْتُ زَيْدًا الْفَرَسَ
Yang dimaksud sebenarnya: kuda.
Badal nisyānبَدَلُ النِّسْيَانِPembicara menyadari bahwa kata pertama tidak sesuai dengan kenyataan yang diingatnya.Digunakan sebagai koreksi atas ucapan karena lupa.
Badal iḍrābبَدَلُ الْإِضْرَابِKata pertama sengaja disebut, kemudian pembicara beralih kepada maksud kedua.Menunjukkan peralihan maksud tanpa huruf penghubung.
Untuk pemula: utamakan dahulu tiga jenis pokok—بَدَلُ الْكُلِّ مِنَ الْكُلِّ, بَدَلُ الْبَعْضِ مِنَ الْكُلِّ, dan بَدَلُ الاشْتِمَالِ. Badal mubāyin tidak perlu dipaksakan dalam tulisan formal.

5. Tanda-Tanda I‘rab Badal

Tanda i‘rab badal ditentukan oleh kedudukannya dan bentuk isimnya. Karena badal mengikuti mubdal minhu, tandanya dapat berupa tanda asli maupun tanda pengganti.

Bentuk Isim
نَوْعُ الِاسْمِ
Tanda Raf‘
عَلَامَةُ الرَّفْعِ
Tanda Naṣb
عَلَامَةُ النَّصْبِ
Tanda Jarr
عَلَامَةُ الْجَرِّ
Isim mufrad dan jamak taksirḌammah — الضَّمَّةُFatḥah — الْفَتْحَةُKasrah — الْكَسْرَةُ
Isim tatsniyahAlif — الْأَلِفُYā’ — الْيَاءُYā’ — الْيَاءُ
Jamak mudzakkar sālimWāwu — الْوَاوُYā’Yā’
Jamak mu’annats sālimḌammahKasrah sebagai pengganti fatḥah — الْكَسْرَةُ نِيَابَةً عَنِ الْفَتْحَةِKasrah
Al-asmā’ al-khamsahWāwuAlifYā’
Mamnū‘ min aṣ-ṣarfḌammahFatḥahFatḥah sebagai pengganti kasrah, jika tidak memakai alif-lām dan tidak menjadi muḍāf

Contoh Tanda Cabang

جَاءَ أَخَوَاكَ الطَّالِبَانِ
Dua saudaramu, yaitu kedua siswa itu, telah datang.

الطَّالِبَانِ: بَدَلُ كُلٍّ مِنْ كُلٍّ مَرْفُوعٌ، تَابِعٌ لِلْمُبْدَلِ مِنْهُ فِي رَفْعِهِ، وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الْأَلِفُ لِأَنَّهُ مُثَنًّى.

رَأَيْتُ الْقَوْمَ مُعَلِّمِي الْمَدْرَسَةِ
Saya melihat kaum itu, yaitu para guru sekolah.

مُعَلِّمِي: بَدَلُ كُلٍّ مِنْ كُلٍّ مَنْصُوبٌ، تَابِعٌ لِلْمُبْدَلِ مِنْهُ فِي نَصْبِهِ، وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْيَاءُ لِأَنَّهُ جَمْعُ مُذَكَّرٍ سَالِمٌ، وَحُذِفَتِ النُّونُ لِلْإِضَافَةِ.

6. Perbedaan Badal, Na‘at, Taukīd, dan ‘Aṭaf Bayān

Jenis Tabi‘Istilah ArabFungsi UtamaCiri PraktisContoh
BadalالْبَدَلُKata kedua menjadi sasaran utama hukum.Sering dapat menggantikan kata pertama.جَاءَ أَخُوكَ خَالِدٌ
Na‘atالنَّعْتُMenjelaskan sifat man‘ūt.Kata kedua menyatakan sifat, bukan identitas pengganti.جَاءَ الطَّالِبُ الْمُجْتَهِدُ
TaukīdالتَّوْكِيدُMenguatkan makna kata sebelumnya.Memakai kata penegas seperti نَفْسٌ، عَيْنٌ، كُلٌّ atau pengulangan.جَاءَ الْمُدِيرُ نَفْسُهُ
‘Aṭaf bayānعَطْفُ الْبَيَانِMenjelaskan kata sebelumnya dengan isim yang lebih terang.Sangat dekat dengan badal muṭābiq; pada sebagian susunan keduanya sama-sama mungkin.أَقْسَمَ بِاللهِ أَبُو حَفْصٍ عُمَرُ
Perbedaan paling mudah:
Na‘at menjawab “bagaimana sifatnya?”; badal menjawab “siapa atau apa tepatnya?”; taukīd menjawab “benarkah seluruhnya atau dirinya sendiri?”; sedangkan ‘aṭaf bayān memperjelas nama atau identitas kata sebelumnya.
Catatan ilmiah: batas antara badal kull min kull dan ‘aṭaf bayān pada beberapa contoh memang tipis. Para ahli nahwu dapat memberikan lebih dari satu wajah i‘rab. Karena itu, jangan menyalahkan analisis alternatif sebelum memeriksa struktur dan maksud kalimat.

7. Contoh Analisis I‘rab Lengkap

زَارَنَا الْأُسْتَاذُ أَحْمَدُ

زَارَ: فِعْلٌ مَاضٍ. نَا: ضَمِيرٌ مُتَّصِلٌ فِي مَحَلِّ نَصْبٍ مَفْعُولٌ بِهِ. الْأُسْتَاذُ: فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ. أَحْمَدُ: بَدَلُ كُلٍّ مِنْ كُلٍّ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ.

حَفِظْتُ الْقَصِيدَةَ نِصْفَهَا

الْقَصِيدَةَ: مَفْعُولٌ بِهِ مَنْصُوبٌ. نِصْفَهَا: بَدَلُ بَعْضٍ مِنْ كُلٍّ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ، وَهُوَ مُضَافٌ، وَ«هَا» ضَمِيرٌ فِي مَحَلِّ جَرٍّ مُضَافٌ إِلَيْهِ.

سُرِرْتُ بِالْمَدِينَةِ جَمَالِهَا

الْمَدِينَةِ: اسْمٌ مَجْرُورٌ بِالْبَاءِ. جَمَالِهَا: بَدَلُ اشْتِمَالٍ مَجْرُورٌ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ، وَهُوَ مُضَافٌ، وَ«هَا» مُضَافٌ إِلَيْهِ.

8. Cara Praktis Menentukan Badal

  1. Temukan dua isim yang berurutan dan memiliki hubungan penjelasan atau penggantian.
  2. Tentukan apakah isim kedua menjadi sasaran utama perbuatan atau hukum kalimat.
  3. Coba hilangkan isim pertama. Jika kalimat tetap benar dan maksud utamanya tetap ada, kemungkinan isim kedua adalah badal.
  4. Periksa hubungan maknanya: sama seluruhnya, bagian fisik, atau sesuatu yang terkandung.
  5. Untuk badal ba‘ḍ min kull dan isytimāl, cari ḍamīr yang kembali kepada mubdal minhu.
  6. Samakan kedudukan i‘rab badal dengan mubdal minhu.
  7. Tuliskan i‘rab dalam bahasa Arab beserta tanda dan alasannya.
هَلِ الثَّانِيُ هُوَ الْمَقْصُودُ بِالْحُكْمِ؟
Apakah kata kedua merupakan sasaran utama hukum kalimat?

9. Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Menganggap semua kata kedua sebagai na‘at. Nama orang biasanya menjelaskan identitas, bukan sifat.
  • Tidak mengikuti i‘rab mubdal minhu. Badal harus marfū‘, manṣūb, atau majrūr sesuai kata sebelumnya.
  • Tertukar antara bagian dan kandungan. Tangan dan separuh adalah bagian nyata; ilmu, akhlak, atau keindahan merupakan makna yang terkandung.
  • Menghilangkan ḍamīr penghubung. Pada badal ba‘ḍ min kull dan isytimāl, ḍamīr penghubung pada umumnya diperlukan.
  • Memaksakan satu i‘rab. Beberapa susunan memungkinkan analisis sebagai badal atau ‘aṭaf bayān.
  • Menggunakan badal galaṭ dalam tulisan formal. Jenis ini pada dasarnya menjelaskan fenomena koreksi dalam tuturan.

10. Latihan Menentukan Badal

Tentukan mubdal minhu, badal, jenis badal, kedudukan, dan tanda i‘rabnya.

  1. حَضَرَ صَدِيقُكَ حَسَنٌ
  2. قَرَأْتُ الْكِتَابَ نِصْفَهُ
  3. أَعْجَبَنِي الْبُسْتَانُ جَمَالُهُ
  4. سَلَّمْتُ عَلَى أَخِيكَ مُحَمَّدٍ
  5. زُرْتُ الْمَدِينَةَ شَوَارِعَهَا
Lihat jawaban dan i‘rab
1. حَسَنٌ: بَدَلُ كُلٍّ مِنْ كُلٍّ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ.
2. نِصْفَهُ: بَدَلُ بَعْضٍ مِنْ كُلٍّ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ الظَّاهِرَةُ.
3. جَمَالُهُ: بَدَلُ اشْتِمَالٍ مَرْفُوعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الضَّمَّةُ الظَّاهِرَةُ.
4. مُحَمَّدٍ: بَدَلُ كُلٍّ مِنْ كُلٍّ مَجْرُورٌ وَعَلَامَةُ جَرِّهِ الْكَسْرَةُ الظَّاهِرَةُ.
5. شَوَارِعَهَا: بَدَلُ بَعْضٍ مِنْ كُلٍّ مَنْصُوبٌ وَعَلَامَةُ نَصْبِهِ الْفَتْحَةُ الظَّاهِرَةُ، وَهُوَ مُضَافٌ، وَ«هَا» مُضَافٌ إِلَيْهِ. Jalan-jalan merupakan bagian nyata dari kota.

11. Ringkasan

Jenis BadalHubungan dengan Mubdal MinhuPerlu Ḍamīr Penghubung?Contoh Ringkas
بَدَلُ الْكُلِّ مِنَ الْكُلِّSama secara keseluruhanTidakجَاءَ أَخُوكَ خَالِدٌ
بَدَلُ الْبَعْضِ مِنَ الْكُلِّBagian nyata dari keseluruhanPada umumnya yaأَكَلْتُ الرَّغِيفَ نِصْفَهُ
بَدَلُ الاشْتِمَالِMakna, sifat, atau hal yang terkandungPada umumnya yaأَعْجَبَنِي الطَّالِبُ خُلُقُهُ
الْبَدَلُ الْمُبَايِنُBerbeda karena koreksi atau peralihanTidak menjadi ciri utamaUmumnya dalam tuturan dan kajian lanjutan

Inti memahami badal adalah mengenali bahwa unsur kedua menjadi sasaran utama hukum kalimat. Setelah jenis hubungannya diketahui, badal mengikuti i‘rab mubdal minhu dan ditulis dengan rumus seperti بَدَلٌ مَرْفُوعٌ, بَدَلٌ مَنْصُوبٌ, atau بَدَلٌ مَجْرُورٌ, lengkap dengan tanda i‘rabnya.

Materi Belajar Bahasa Arab — Bab Badal (بَابُ الْبَدَلِ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunitas Pembelajar

Ikuti Sukri Almarosy

Jadilah bagian dari komunitas pembelajar PBJ, kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi ASN. Dengan menjadi follower, materi terbaru lebih mudah ditemukan melalui Daftar Bacaan Blogger Anda.

  • Mengetahui pembaruan artikel dan materi pembelajaran lebih cepat.
  • Mudah kembali ke panduan PBJ, simulasi, dan pembahasan terbaru.
  • Gratis, aman melalui akun Google, dan dapat berhenti mengikuti kapan saja.

✓ Menjadi Followers

Klik tombol di bawah, masuk dengan akun Google, lalu pilih mengikuti secara publik atau anonim.

✓ Ikuti di Blogger Nama dan foto profil hanya tampil jika Anda memilih mengikuti secara publik.

Mulai Belajar Hari Ini

Pengetahuan yang tepat membuat kita bekerja lebih tenang dan profesional.

Jelajahi Rumah Belajar ASN