Langsung ke konten utama

Materi Terbaru

Menampilkan postingan dengan label Hukum Pengadaan

Pejabat Pengadaan Diperiksa: Mengapa Hanya Penyedia A yang Diundang?

STUDI KASUS PENGADAAN LANGSUNG Pejabat Pengadaan Diperiksa: Mengapa Hanya Penyedia A yang Diundang? Memahami dasar hukum pemilihan satu calon penyedia, pertanyaan pemeriksa, dan pertanggungjawaban Pejabat Pengadaan berdasarkan fakta serta dokumen. Pemeriksa: "Kenapa Saudara hanya mengundang Penyedia A? Apakah hanya perusahaan itu yang mampu melaksanakan pekerjaan ini?" Pemeriksa: "Bagaimana dengan Penyedia B, C, D, dan E? Bukankah masih banyak perusahaan lain yang dapat melaksanakan pekerjaan yang sama? Mengapa mereka tidak Saudara undang?" Pertanyaan tersebut disampaikan kepada seorang Pejabat Pengadaan ketika proses Pengadaan Langsung yang pernah dilaksanakannya sedang diperiksa oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Pejabat Pengadaan kemudian menceritakan pengalamannya kepada rekan sesama pelaku pengadaan. Pejabat Pengadaan: "Kalau pemeriksa bertanya seperti itu, saya harus menjawab bagaimana? Apakah saya sal...

Kapan Penyimpangan PBJ Menjadi Tindak Pidana? Memahami Lima Risiko Hukum Utamanya

Seri Hukum Pengadaan – Artikel 6 Tidak setiap penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau PBJ merupakan tindak pidana. Kesalahan administrasi, kekeliruan profesional, kelalaian, wanprestasi penyedia, pelanggaran persaingan usaha, dan tindak pidana mempunyai unsur serta mekanisme pertanggungjawaban yang berbeda. Namun, suatu peristiwa pengadaan dapat masuk ke ranah pidana apabila perbuatannya memenuhi seluruh unsur delik yang berlaku. Risiko hukum tersebut dapat berkaitan dengan penyalahgunaan kewenangan, persekongkolan tender yang bersinggungan dengan tindak pidana, pemalsuan dokumen, suap atau gratifikasi yang dianggap suap, serta perbuatan melawan hukum yang memenuhi unsur tindak pidana korupsi. Kelima istilah tersebut tidak boleh digunakan sebagai label semata. Masing-masing harus diperiksa berdasarkan perbuatan konkret, pelaku, bentuk kesalahan, alat bukti, keu...

Ada Kerugian Negara, Apakah Otomatis Terjadi Korupsi?

Seri Hukum Pengadaan — Artikel 4 Ketika audit menemukan kekurangan volume, kelebihan pembayaran, barang tidak sesuai spesifikasi, atau aset pemerintah berkurang, muncul pertanyaan yang hampir selalu sama: “Kalau sudah ada kerugian negara, apakah berarti telah terjadi korupsi?” Jawaban singkatnya adalah: tidak otomatis. Kerugian negara merupakan fakta hukum yang serius. Kerugian tersebut harus ditelusuri penyebabnya, ditentukan pihak yang bertanggung jawab, dipulihkan, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Namun, keberadaan kerugian negara belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang telah melakukan tindak pidana korupsi. Untuk menyimpulkan korupsi, harus dibuktikan seluruh unsur tindak pidana yang diterapkan. Kerugian negara dapat menjadi salah satu unsur tindak pidana tertentu, tetapi bukan satu-satunya unsur dan bukan bukti otomatis terjadinya korupsi. Apa yang Dimaksud Kerugian Negara? Undan...
← Sebelumnya Memuat halaman… Berikutnya →

Komunitas Pembelajar

Ikuti Sukri Almarosy

Jadilah bagian dari komunitas pembelajar PBJ, kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi ASN. Dengan menjadi follower, materi terbaru lebih mudah ditemukan melalui Daftar Bacaan Blogger Anda.

  • Mengetahui pembaruan artikel dan materi pembelajaran lebih cepat.
  • Mudah kembali ke panduan PBJ, simulasi, dan pembahasan terbaru.
  • Gratis, aman melalui akun Google, dan dapat berhenti mengikuti kapan saja.

✓ Menjadi Followers

Klik tombol di bawah, masuk dengan akun Google, lalu pilih mengikuti secara publik atau anonim.

✓ Ikuti di Blogger Nama dan foto profil hanya tampil jika Anda memilih mengikuti secara publik.

Mulai Belajar Hari Ini

Pengetahuan yang tepat membuat kita bekerja lebih tenang dan profesional.

Jelajahi Rumah Belajar ASN