Langsung ke konten utama

Belajar Ilmu Sharaf dari Nol: Cara Menemukan Akar Kata, Wazan, dan Arti Kata Arab

PANDUAN UNTUK PEMULA

Belajar Ilmu Sharaf dari Nol: Cara Menemukan Akar Kata, Wazan, dan Arti Kata Arab

Panduan langkah demi langkah untuk memahami bentuk kata Arab, mengenali huruf asli, dan mencari kata dalam kamus.

Ringkasan cepat: ilmu sharaf mempelajari struktur dan perubahan bentuk kata Arab. Dengan ilmu ini, kita dapat mengetahui akar kata, pola pembentukan, jenis kata, dan gambaran maknanya sebelum melihat kedudukannya dalam kalimat.

Target Belajar

Setelah menyelesaikan pelajaran ini, pembaca diharapkan mampu:

1 membedakan pembahasan nahwu dan sharaf;
2 mengenali akar kata dan huruf tambahan;
3 mencocokkan kata dengan wazannya;
4 mencari kata turunan dalam kamus Arab.

1. Apa Itu Ilmu Sharaf?

Ilmu sharaf atau ilmu tashrif adalah ilmu yang membahas struktur kata Arab dan perubahan suatu bentuk kata menjadi bentuk lain. Dalam linguistik modern, pembahasan ini dekat dengan istilah morfologi.

Sebagai contoh, kata-kata berikut berasal dari akar yang sama:

كَتَبَ – يَكْتُبُ – كَاتِبٌ – مَكْتُوبٌ – كِتَابَةٌ

Semuanya berkaitan dengan kegiatan menulis. Ilmu sharaf membantu kita memahami hubungan bentuk dan makna di antara kata-kata tersebut.

Inti sederhananya: sharaf membantu menjawab pertanyaan “Kata ini dibentuk dari apa dan menunjukkan makna apa?”

2. Perbedaan Nahwu dan Sharaf

Nahwu dan sharaf merupakan dua cabang penting dalam tata bahasa Arab. Keduanya saling melengkapi, tetapi mempunyai fokus berbeda.

Aspek Ilmu Sharaf Ilmu Nahwu
Fokus Bentuk dan perubahan kata Kedudukan kata dalam kalimat
Pertanyaan utama Kata ini berasal dari akar dan pola apa? Apa fungsi kata ini di dalam kalimat?
Harakat Membantu menentukan bentuk di dalam kata Membantu menentukan harakat akhir karena kedudukan kata
Contoh كَتَبَ ← يَكْتُبُ جَاءَ زَيْدٌ
Perlu diluruskan: ilmu sharaf tidak sendirian membuat seseorang mampu memberi seluruh harakat pada kitab Arab gundul. Sharaf membantu mengenali bentuk kata, sedangkan nahwu sangat diperlukan untuk menentukan harakat akhir berdasarkan kedudukan kata dalam kalimat.

3. Mengapa Pemula Perlu Belajar Sharaf?

Mengenali akar kata

Kata مَكْتُوبٌ dapat dikembalikan kepada akar ك ت ب.

Mencari dalam kamus

Banyak kamus Arab disusun berdasarkan akar kata, bukan berdasarkan bentuk kata yang terlihat dalam teks.

Memperkirakan makna

Pola tertentu memberi petunjuk makna, misalnya pola pelaku dan objek yang dikenai pekerjaan.

Membaca lebih tepat

Pengenalan pola membantu menentukan susunan huruf dan harakat di dalam kata.

4. Akar Kata dan Huruf Asli

Banyak kata Arab berasal dari tiga huruf asli. Kata dengan tiga huruf asli disebut tsulatsi. Contohnya:

كَتَبَ

Huruf aslinya adalah: ك – ت – ب

Ketiga huruf tersebut tetap dapat dikenali dalam berbagai kata turunan:

Kata Bacaan Makna ringkas Akar kata
كَتَبَ kataba telah menulis ك ت ب
يَكْتُبُ yaktubu sedang/akan menulis ك ت ب
كَاتِبٌ kātibun penulis ك ت ب
مَكْتُوبٌ maktūbun yang ditulis ك ت ب
كِتَابَةٌ kitābatun penulisan ك ت ب

5. Wazan dan Mauzun

A. Wazan

Wazan berarti timbangan atau pola. Ulama sharaf menggunakan huruf ف – ع – ل sebagai lambang huruf asli.

فَعَلَ

B. Mauzun

Mauzun adalah kata yang ditimbang atau dicocokkan dengan wazan.

Mauzun Wazan Muqabalah
كَتَبَ فَعَلَ ك = ف   |   ت = ع   |   ب = ل
كَاتِبٌ فَاعِلٌ ك = ف   |   ت = ع   |   ب = ل
مَكْتُوبٌ مَفْعُولٌ ك = ف   |   ت = ع   |   ب = ل
اِنْقَطَعَ اِنْفَعَلَ ق = ف   |   ط = ع   |   ع = ل

6. Fa Fi‘il, ‘Ain Fi‘il, dan Lam Fi‘il

Ketika kata dicocokkan dengan wazan فَعَلَ, huruf aslinya diberi nama sebagai berikut:

فَاءُ الْفِعْلِ Fa fi‘il huruf asli pertama
عَيْنُ الْفِعْلِ ‘Ain fi‘il huruf asli kedua
لَامُ الْفِعْلِ Lam fi‘il huruf asli ketiga
مَنَعَ ← فَعَلَ
  • م adalah fa fi‘il.
  • ن adalah ‘ain fi‘il.
  • ع adalah lam fi‘il.

Ketika kata tersebut berubah menjadi مَمْنُوعٌ, tiga huruf aslinya tetap م – ن – ع.

7. Huruf Asli dan Huruf Tambahan

Dalam pembahasan sharaf terdapat sepuluh huruf yang dapat menjadi huruf tambahan. Huruf-huruf itu dihimpun dalam ungkapan:

سَأَلْتُمُونِيْهَا

س، أ، ل، ت، م، و، ن، ي، هـ، ا

Jangan salah memahami: setiap kemunculan salah satu huruf tersebut tidak otomatis berarti huruf tambahan. Sebuah huruf baru dapat disebut tambahan setelah akar kata dan wazannya dikenali.
Kata Akar kata Wazan Huruf tambahan
مَمْنُوعٌ م ن ع مَفْعُولٌ م، و
كَاتِبٌ ك ت ب فَاعِلٌ ا
اِسْتَغْفَرَ غ ف ر اِسْتَفْعَلَ ا، س، ت
مُسْلِمٌ س ل م مُفْعِلٌ م

8. Huruf ‘Illat

Huruf ‘illat dalam ilmu sharaf adalah:

ا – و – ي

Kata yang mengandung huruf ‘illat sering mengalami perubahan bentuk, seperti penggantian, pemindahan harakat, atau penghilangan huruf. Perubahan ini dibahas dalam kaidah i‘lal.

Contoh:

قَوَلَ ← قَالَ

Kata قَالَ berasal dari akar ق و ل. Karena terjadi perubahan huruf ‘illat, akar katanya tidak cukup ditentukan hanya dengan melihat bentuk akhirnya.

9. Tashrif Istilahi

Tashrif istilahi adalah perubahan satu akar kata menjadi berbagai bentuk kata berdasarkan fungsi dan maknanya.

Bentuk Contoh Makna ringkas
Fi‘il madhi كَتَبَ telah menulis
Fi‘il mudhari‘ يَكْتُبُ sedang/akan menulis
Mashdar كِتَابَةً penulisan
Isim fa‘il كَاتِبٌ orang yang menulis
Isim maf‘ul مَكْتُوبٌ sesuatu yang ditulis
Fi‘il amr اُكْتُبْ tulislah
Fi‘il nahi لَا تَكْتُبْ jangan menulis
Isim zaman/makan مَكْتَبٌ tempat/waktu menulis; lazimnya kantor atau meja
Bentuk mashdar dan beberapa kata turunan tidak selalu dapat ditebak hanya dari satu tabel. Pemula tetap perlu merujuk kamus atau kitab sharaf untuk mengetahui bentuk yang digunakan oleh penutur Arab.

10. Tashrif Lughawi

Tashrif lughawi adalah perubahan bentuk kata berdasarkan pelaku atau dhamir, seperti orang pertama, kedua, dan ketiga; laki-laki atau perempuan; serta tunggal, dua, atau jamak.

Dhamir Fi‘il madhi Makna
هُوَ كَتَبَ dia laki-laki telah menulis
هُمَا كَتَبَا mereka berdua telah menulis
هُمْ كَتَبُوا mereka laki-laki telah menulis
هِيَ كَتَبَتْ dia perempuan telah menulis
أَنْتَ كَتَبْتَ kamu laki-laki telah menulis
أَنَا كَتَبْتُ saya telah menulis
نَحْنُ كَتَبْنَا kami telah menulis

Tabel di atas hanya contoh ringkas. Dalam pelajaran lanjutan, perubahan fi‘il dipelajari menurut empat belas dhamir secara lengkap.

11. Cara Menemukan Akar Kata

Gunakan langkah berikut ketika menjumpai kata turunan:

  1. Tuliskan kata secara lengkap dan perhatikan seluruh hurufnya.
  2. Kenali tanda yang mungkin menunjukkan bentuk jamak, dhamir, awalan, atau akhiran.
  3. Cocokkan kata dengan wazan yang telah dipelajari.
  4. Pisahkan huruf pola tambahan dari huruf yang mewakili fa fi‘il, ‘ain fi‘il, dan lam fi‘il.
  5. Periksa kemungkinan perubahan huruf ‘illat, penggandaan, atau penghilangan huruf.
  6. Verifikasi akar dan maknanya menggunakan kamus yang tepercaya.

Contoh: مَمْنُوعٌ

مَمْنُوعٌ Kata yang ditemukan
مَفْعُولٌ Wazannya
م ن ع Akar katanya

Kata tersebut merupakan isim maf‘ul dari مَنَعَ dan bermakna “yang dilarang” atau “terlarang”.

12. Cara Mencari Kata dalam Kamus Arab

Banyak kamus Arab klasik disusun berdasarkan akar kata. Karena itu, jangan langsung mencari bentuk panjangnya.

Kata dalam teks Kembalikan ke bentuk dasar Akar yang dicari
يَكْتُبُونَ كَتَبَ ك ت ب
مَمْنُوعٌ مَنَعَ م ن ع
اِسْتِغْفَارٌ غَفَرَ غ ف ر
مُسْتَقْبَلٌ قَبِلَ ق ب ل
Kamus digital modern sering dapat menemukan kata yang sudah mengalami perubahan. Meskipun demikian, kemampuan mengenali akar tetap penting untuk memahami hubungan makna antarkata.

13. Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Semua huruf dianggap asli

Pada مَكْتُوبٌ, huruf asli hanya ك ت ب.

Huruf tambahan dihapus sembarang

Huruf yang termasuk dalam سَأَلْتُمُونِيْهَا tidak otomatis menjadi tambahan.

Hanya melihat bentuk akhir

Kata قَالَ harus dikembalikan kepada akar ق و ل.

Menghafal tanpa memahami pola

Hafalan tashrif lebih kuat jika disertai latihan membandingkan mauzun dengan wazannya.

14. Latihan dan Pembahasan

Jawablah terlebih dahulu. Setelah itu, tekan Tampilkan Jawaban.

Latihan 1

Apakah akar kata dari مَكْتُوبٌ?

  1. م ك ت
  2. ك ت ب
  3. ت و ب
  4. م و ب
Jawaban: B — ك ت ب.
مَكْتُوبٌ mengikuti wazan مَفْعُولٌ. Huruf mim dan waw merupakan bagian pola tambahan.
Latihan 2

Wazan kata كَاتِبٌ adalah ....

  1. فَعَلَ
  2. فَاعِلٌ
  3. مَفْعُولٌ
  4. اِسْتَفْعَلَ
Jawaban: B — فَاعِلٌ.
Kata tersebut merupakan isim fa‘il yang menunjukkan pelaku pekerjaan, yaitu penulis.
Latihan 3

Huruf asli kata اِسْتَغْفَرَ adalah ....

  1. ا س ت
  2. س ت غ
  3. غ ف ر
  4. ف ر ا
Jawaban: C — غ ف ر.
Kata tersebut mengikuti pola اِسْتَفْعَلَ. Huruf alif, sin, dan ta merupakan tambahan pada pola tersebut.
Latihan 4

Perubahan كَتَبَ – يَكْتُبُ – كَاتِبٌ – مَكْتُوبٌ termasuk ....

  1. tashrif istilahi
  2. tashrif lughawi
  3. i‘rab
  4. jumlah ismiyah
Jawaban: A — tashrif istilahi.
Perubahan tersebut menghasilkan bentuk kata dengan fungsi dan makna berbeda dari satu akar yang sama.
Latihan 5

Perubahan كَتَبَ – كَتَبَا – كَتَبُوا termasuk ....

  1. tashrif istilahi
  2. tashrif lughawi
  3. isim maf‘ul
  4. huruf tambahan
Jawaban: B — tashrif lughawi.
Perubahan terjadi berdasarkan jumlah pelaku: satu, dua, dan jamak.
Latihan 6

Dalam kata مَنَعَ, huruf nun berkedudukan sebagai ....

  1. fa fi‘il
  2. ‘ain fi‘il
  3. lam fi‘il
  4. huruf tambahan
Jawaban: B — ‘ain fi‘il.
Muqabalahnya adalah م = ف، ن = ع، ع = ل .
Latihan 7

Pernyataan yang paling tepat tentang huruf سَأَلْتُمُونِيْهَا adalah ....

  1. semuanya selalu menjadi huruf tambahan
  2. tidak pernah menjadi huruf asli
  3. dapat menjadi huruf tambahan setelah dianalisis berdasarkan akar dan wazan
  4. hanya digunakan pada isim
Jawaban: C.
Kesepuluh huruf tersebut berpotensi menjadi tambahan, tetapi juga dapat menjadi huruf asli pada kata tertentu.
Latihan 8

Akar kata قَالَ adalah ....

  1. ق ا ل
  2. ق و ل
  3. ا و ل
  4. ق ي ل
Jawaban: B — ق و ل.
Huruf waw mengalami perubahan menjadi alif dalam bentuk قَالَ.

15. Urutan Belajar yang Disarankan

  1. Hafalkan pengertian akar kata, wazan, dan mauzun.
  2. Latih muqabalah kata tsulatsi shahih dengan wazan فَعَلَ.
  3. Pelajari bentuk dasar tashrif istilahi sedikit demi sedikit.
  4. Latih tashrif lughawi berdasarkan dhamir.
  5. Pelajari fi‘il mujarrad dan mazid.
  6. Setelah bentuk shahih dikuasai, lanjutkan kepada i‘lal dan idgham.
  7. Gunakan ayat, hadis, atau teks Arab sederhana sebagai latihan.
Strategi belajar: jangan menghafal seluruh tabel sekaligus. Ambil satu akar kata, timbang bentuknya, ucapkan, tulis, dan gunakan dalam contoh sederhana. Latihan singkat tetapi rutin lebih efektif daripada menghafal banyak pola dalam satu hari.

Kesimpulan

Ilmu sharaf membantu kita membongkar struktur kata Arab. Pembaca belajar menemukan akar kata, membedakan huruf asli dan tambahan, mencocokkan mauzun dengan wazan, serta memahami perubahan bentuk kata.

Mulailah dari kata tsulatsi yang hurufnya sehat seperti كَتَبَ, فَتَحَ, dan نَصَرَ. Setelah itu, barulah masuk ke kata yang mengandung huruf ‘illat atau mengalami perubahan bentuk.

Referensi

  1. Al-Ghalayaini, Musthafa. Jāmi‘ al-Durūs al-‘Arabiyyah.
  2. Al-Hamlawi, Ahmad. Syadzā al-‘Arf fī Fann al-Sharf.
  3. Al-Rajihi, Abduh. Al-Tathbīq al-Sharfī.
  4. Ma‘shum bin Ali. Al-Amtsilah al-Tashrifiyyah.
  5. Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir: Kamus Arab–Indonesia.
  6. Wehr, Hans. A Dictionary of Modern Written Arabic.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai Belajar Hari Ini

Pengetahuan yang tepat membuat kita bekerja lebih tenang dan profesional.

Jelajahi Rumah Belajar ASN