Cara Membuat Pre-Test dan Post-Test Otomatis di Google Forms
Dari merancang soal, membuat kuis, menggandakan formulir, sampai memasangkan dan menganalisis nilai peserta di Google Sheets.
Pre-test memotret kemampuan peserta sebelum pembelajaran. Post-test mengukur kemampuan setelah pembelajaran. Google Forms membantu mengumpulkan jawaban dan memberi skor, tetapi hasilnya baru dapat dipercaya apabila kompetensi, soal, identitas peserta, dan kondisi pengerjaannya dirancang dengan benar.
1. Rancang sebelum membuka Google Forms
Pre-test dan post-test harus mengukur indikator yang sama. Soalnya boleh sama persis atau dibuat paralel dengan tingkat kesulitan yang setara. Untuk pelatihan, gabungkan soal konsep dan soal penerapan.
| Komponen | Pertanyaan | Contoh |
|---|---|---|
| Tujuan belajar | Apa yang mampu dilakukan peserta? | Membedakan HPS, pagu, dan nilai kontrak. |
| Indikator | Jawaban apa yang membuktikan kemampuan? | Menentukan dasar perhitungan jaminan dengan tepat. |
| Bobot | Apakah semua soal sama penting? | 20 soal × 5 poin = 100. |
| Waktu | Berapa lama yang wajar? | 20–30 menit untuk 20 soal sederhana. |
Mulai dari Formulir kosong
Buka forms.google.com, lalu pilih Formulir kosong/Blank form. Isi judul, misalnya Pre-Test Pelatihan Pengelolaan Kontrak.
Formulir kosong
Beri judul yang jelas
Bedakan nama berkas dan judul yang dilihat peserta. Tambahkan tujuan, waktu pengerjaan, jumlah soal, dan petunjuk agar peserta memakai kode yang sama pada kedua tes.
Aktifkan “Jadikan ini sebagai kuis”
Buka tab Setelan/Settings. Aktifkan Jadikan ini sebagai kuis/Make this a quiz.
Tetapkan nilai poin, kunci jawaban, dan masukan otomatis.
Untuk pre-test, pilih rilis nilai nanti, setelah peninjauan manual atau nonaktifkan tampilan jawaban benar. Untuk post-test, nilai dapat dirilis langsung jika semua soal dikoreksi otomatis.
Buat identitas yang dapat dipasangkan
Gunakan Kode Peserta sebagai kunci utama. Nama tidak cukup aman karena ejaannya dapat berubah. Jadikan Kode Peserta dan Nama Lengkap sebagai pertanyaan wajib.
Masukkan soal dan pilihan jawaban
Klik tombol Tambah pertanyaan (+). Pilih jenis pertanyaan. Pilihan ganda dan dropdown paling mudah dikoreksi otomatis.
Pada layar Kunci Jawaban, pilih jawaban benar, tetapkan poin, dan tambahkan umpan balik bila perlu.
| Jenis soal | Koreksi | Penggunaan |
|---|---|---|
| Pilihan ganda | Otomatis | Satu jawaban paling tepat. |
| Kotak centang | Otomatis | Lebih dari satu jawaban benar. |
| Jawaban singkat | Dapat otomatis | Istilah, angka, atau jawaban pendek. |
| Paragraf | Manual | Analisis kasus atau argumentasi. |
Uji formulir sebelum dibagikan
Klik Pratinjau/Preview, kerjakan sebagai peserta, lalu pastikan skor, jawaban benar, pertanyaan wajib, dan pesan konfirmasi bekerja sebagaimana mestinya.
- Kode peserta kosong.
- Satu soal belum dijawab.
- Semua jawaban benar.
- Semua jawaban salah.
- Dibuka melalui telepon genggam.
Gandakan menjadi Post-Test
Pilih menu tiga titik, klik Buat salinan/Make a copy, kemudian ubah judul menjadi Post-Test. Pertahankan kode peserta, indikator, bobot, dan pengaturan dasar.
Publikasikan dan salin tautan responden
Klik Publikasikan/Publish atau Kirim/Send, sesuai tampilan akun. Tentukan siapa yang dapat merespons, lalu salin tautan responden. Jangan menyalin alamat halaman editor.
Responden: Siapa saja yang memiliki link
| Tahap | Waktu | Catatan |
|---|---|---|
| Pre-test | Sebelum materi | Tanpa diskusi jawaban. |
| Pembelajaran | Setelah pre-test selesai | Materi, praktik, dan umpan balik. |
| Post-test | Setelah pembelajaran | Waktu dan kondisi sebanding. |
Hubungkan respons ke Google Sheets
Buka tab Tanggapan/Responses, lalu klik ikon Google Sheets. Lakukan pada Pre-Test dan Post-Test.
Buat spreadsheet baru atau pilih spreadsheet yang ada.
Pasangkan nilai berdasarkan Kode Peserta
Buat lembar baru bernama REKAP. Susun kolom Kode Peserta, Nama, Pre-Test, Post-Test, Kenaikan, N-Gain, Kategori, dan Status.
Contoh mengambil skor pre-test dengan XLOOKUP:
=XLOOKUP(A2;'RESPONS PRE-TEST'!B:B;'RESPONS PRE-TEST'!F:F;"Tidak ditemukan")Contoh mengambil skor post-test:
=XLOOKUP(A2;'RESPONS POST-TEST'!B:B;'RESPONS POST-TEST'!F:F;"Tidak ditemukan")Sesuaikan nama lembar dan kolom. Pada contoh ini, kolom B berisi Kode Peserta dan kolom F berisi Skor. Jika spreadsheet memakai koma sebagai pemisah argumen, ganti titik koma dengan koma.
Jika XLOOKUP belum tersedia:
=IFERROR(VLOOKUP(A2;'RESPONS PRE-TEST'!B:F;5;FALSE);"Tidak ditemukan")Hitung kenaikan, N-Gain, kategori, dan status
Kenaikan: =D2-C2
N-Gain: =IF(C2=100;NA();(D2-C2)/(100-C2))
Kategori: =IF(F2>=0,7;"Tinggi";IF(F2>=0,3;"Sedang";"Rendah"))
Status: =IF(D2>=70;"Tuntas";"Perlu Penguatan")| Kode | Nama | Pre | Post | Naik | N-Gain | Kategori | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PPK-001 | Ahmad | 60 | 85 | 25 | 0,625 | Sedang | Tuntas |
| PPK-002 | Fatimah | 75 | 90 | 15 | 0,600 | Sedang | Tuntas |
| PPK-003 | Rahman | 45 | 60 | 15 | 0,273 | Rendah | Perlu penguatan |
=VALUE(TRIM(INDEX(SPLIT(C2;"/");1;1))). Sesuaikan alamat sel dengan kolom skor.10. Cara membaca hasil
| Pertanyaan evaluasi | Data | Tindak lanjut |
|---|---|---|
| Apakah kemampuan meningkat? | Rata-rata pre, post, kenaikan, dan N-Gain. | Nilai efektivitas umum. |
| Siapa yang belum tuntas? | Nilai individual dan indikator yang salah. | Remedial atau pendampingan. |
| Materi mana yang sulit? | Soal yang paling sering salah. | Perbaiki penjelasan dan latihan. |
| Apakah soalnya bermasalah? | Soal yang hampir semua peserta salah atau benar. | Periksa redaksi, kunci, pengecoh, dan tingkat kesulitan. |
Interpretasi N-Gain
| Nilai | Interpretasi praktis |
|---|---|
| ≥ 0,70 | Tinggi |
| 0,30–<0,70 | Sedang |
| < 0,30 | Rendah |
| Negatif | Nilai post-test menurun; perlu ditelusuri. |
N-Gain bukan satu-satunya bukti keberhasilan. Baca bersama distribusi nilai, hasil per indikator, kehadiran, kondisi pelaksanaan, dan kualitas soal.
Kesalahan yang paling sering terjadi
- Pre-test dan post-test mengukur indikator atau tingkat kesulitan berbeda.
- Peserta menggunakan kode berbeda sehingga skor tidak dapat dipasangkan.
- Jawaban benar pre-test ditampilkan sebelum post-test.
- Satu formulir digunakan dua kali dengan pembatasan satu respons.
- Kunci jawaban dan total poin tidak diuji sebelum dibagikan.
- Tautan editor dibagikan sebagai pengganti tautan responden.
- Kesimpulan hanya berdasarkan rata-rata tanpa memeriksa peserta dan soal.
- Spreadsheet respons dibagikan kepada pihak yang tidak berkepentingan.
Checklist sebelum pelaksanaan
- ☐ Tujuan dan indikator setiap soal sudah jelas.
- ☐ Judul dan petunjuk pengerjaan sudah lengkap.
- ☐ Kode Peserta wajib dan identik pada kedua formulir.
- ☐ Kunci jawaban dan total poin sudah diuji.
- ☐ Jawaban benar pre-test tidak bocor.
- ☐ Akses responden sudah benar.
- ☐ Respons terhubung ke Google Sheets.
- ☐ Rumus rekap diuji dengan sedikitnya tiga peserta contoh.
- ☐ Tautan diuji melalui HP dan akun berbeda.
- ☐ Batas kelulusan dan tindak lanjut sudah ditentukan.
Catatan untuk penelitian
Google Forms dapat digunakan sebagai media pengumpulan data penelitian, tetapi bukan jaminan bahwa instrumennya telah sahih. Penelitian eksperimen tetap memerlukan pengujian validitas dan reliabilitas, kesetaraan soal, prosedur sampling, pengendalian variabel, serta analisis statistik yang sesuai. Kenaikan nilai saja belum membuktikan bahwa pelatihan menjadi satu-satunya penyebab perubahan.
Kesimpulan
Google Forms memudahkan koreksi dan rekap nilai. Namun, kualitas evaluasi ditentukan oleh kesetaraan indikator, kode peserta yang konsisten, pengaturan kuis yang tepat, kondisi pengerjaan yang sebanding, serta analisis per peserta dan per soal. Dengan langkah tersebut, hasil pre-test dan post-test menjadi bahan nyata untuk memperbaiki pembelajaran.
terima kasih...pemula seperti saya terbantu sangat
BalasHapusberguna bgt...sy yg emak2 kbgian tgs bikin bgni nu webinar kami terimakasih.arahan jelas
BalasHapusUntuk penelitian eksperimen apakah bisa menggunakan cara sperti ini??
BalasHapusBisa dan banyak yg lakukan
HapusMksh banyak ilmunya pak
BalasHapusterimakasih, sangat membantu sekali.
BalasHapusakuntansimandiri.com
Soal.pre dan post sama.biar ga bikinnya 2x apakah bisa? Dan ada beberapa kelas misalnya biar ga ngetik beberapa kl
BalasHapusBagaimana cara untuk menganalisa hasil pre dan post test gan ?
BalasHapusalhamdulillah terimakasih atas ilmunya semoga bermanfaat
BalasHapus