Langsung ke konten utama

Cara Membuat Pre-Test dan Post-Test Otomatis di Google Forms

Cara Membuat Pre-Test dan Post-Test Otomatis di Google Forms
Panduan praktis 2026

Cara Membuat Pre-Test dan Post-Test Otomatis di Google Forms

Dari merancang soal, membuat kuis, menggandakan formulir, sampai memasangkan dan menganalisis nilai peserta di Google Sheets.

Hasil akhir panduan ini: Anda mempunyai dua formulir—Pre-Test dan Post-Test—dengan soal yang setara, kode peserta yang sama, koreksi otomatis, serta tabel rekap kenaikan nilai dan N-Gain.

Pre-test memotret kemampuan peserta sebelum pembelajaran. Post-test mengukur kemampuan setelah pembelajaran. Google Forms membantu mengumpulkan jawaban dan memberi skor, tetapi hasilnya baru dapat dipercaya apabila kompetensi, soal, identitas peserta, dan kondisi pengerjaannya dirancang dengan benar.

1. Rancang sebelum membuka Google Forms

Pre-test dan post-test harus mengukur indikator yang sama. Soalnya boleh sama persis atau dibuat paralel dengan tingkat kesulitan yang setara. Untuk pelatihan, gabungkan soal konsep dan soal penerapan.

KomponenPertanyaanContoh
Tujuan belajarApa yang mampu dilakukan peserta?Membedakan HPS, pagu, dan nilai kontrak.
IndikatorJawaban apa yang membuktikan kemampuan?Menentukan dasar perhitungan jaminan dengan tepat.
BobotApakah semua soal sama penting?20 soal × 5 poin = 100.
WaktuBerapa lama yang wajar?20–30 menit untuk 20 soal sederhana.
Penting: jika soal pre-test dan post-test sama, jangan tampilkan jawaban benar setelah pre-test. Jika ditampilkan, kenaikan nilai dapat terjadi karena peserta mengingat kunci, bukan karena memahami materi.

Mulai dari Formulir kosong

Buka forms.google.com, lalu pilih Formulir kosong/Blank form. Isi judul, misalnya Pre-Test Pelatihan Pengelolaan Kontrak.

Google Forms

Formulir kosong
Gambar 1. Pilih Formulir kosong. Kotak merah menunjukkan bagian yang diklik.

Beri judul yang jelas

Bedakan nama berkas dan judul yang dilihat peserta. Tambahkan tujuan, waktu pengerjaan, jumlah soal, dan petunjuk agar peserta memakai kode yang sama pada kedua tes.

PertanyaanTanggapanSetelan
Pre-Test Pelatihan Pengelolaan Kontrak
Gunakan Kode Peserta yang diberikan panitia. Waktu 20 menit.
Pertanyaan tanpa judul
Gambar 2. Contoh judul dan petunjuk singkat bagi peserta.

Aktifkan “Jadikan ini sebagai kuis”

Buka tab Setelan/Settings. Aktifkan Jadikan ini sebagai kuis/Make this a quiz.

PertanyaanTanggapanSetelan
Jadikan ini sebagai kuis

Tetapkan nilai poin, kunci jawaban, dan masukan otomatis.

Gambar 3. Aktifkan mode kuis melalui tab Setelan.

Untuk pre-test, pilih rilis nilai nanti, setelah peninjauan manual atau nonaktifkan tampilan jawaban benar. Untuk post-test, nilai dapat dirilis langsung jika semua soal dikoreksi otomatis.

Rilis nilai
Segera setelah setiap pengiriman
Nanti, setelah peninjauan manual
Setelan responden
☐ Pertanyaan yang tidak terjawab
☐ Jawaban yang benar
☑ Nilai poin
Gambar 4. Pengaturan aman untuk pre-test apabila post-test menggunakan soal yang sama.

Buat identitas yang dapat dipasangkan

Gunakan Kode Peserta sebagai kunci utama. Nama tidak cukup aman karena ejaannya dapat berubah. Jadikan Kode Peserta dan Nama Lengkap sebagai pertanyaan wajib.

Kode Peserta *
Jawaban singkat
Wajib diisi
Nama Lengkap *
Gambar 5. Kode Peserta wajib diisi dan harus sama pada pre-test serta post-test.
Contoh kode: PPK-001, PPK-002, dan seterusnya. Hindari NIP atau nomor identitas pribadi jika tidak diperlukan.

Masukkan soal dan pilihan jawaban

Klik tombol Tambah pertanyaan (+). Pilih jenis pertanyaan. Pilihan ganda dan dropdown paling mudah dikoreksi otomatis.

Dasar perhitungan Jaminan Pelaksanaan adalah …
Pilihan ganda⌄
Nilai HPS
Nilai penawaran
Nilai kontrak
Kunci jawabanWajib diisi
Gambar 6. Masukkan pertanyaan, pilihan jawaban, lalu buka Kunci jawaban.

Pada layar Kunci Jawaban, pilih jawaban benar, tetapkan poin, dan tambahkan umpan balik bila perlu.

Kunci jawaban5 poin
Nilai HPS
Nilai penawaran
✓ Nilai kontrak
Tambahkan masukan jawabanSelesai
Gambar 7. Tandai jawaban benar dan tentukan bobot poin.
Jenis soalKoreksiPenggunaan
Pilihan gandaOtomatisSatu jawaban paling tepat.
Kotak centangOtomatisLebih dari satu jawaban benar.
Jawaban singkatDapat otomatisIstilah, angka, atau jawaban pendek.
ParagrafManualAnalisis kasus atau argumentasi.

Uji formulir sebelum dibagikan

Klik Pratinjau/Preview, kerjakan sebagai peserta, lalu pastikan skor, jawaban benar, pertanyaan wajib, dan pesan konfirmasi bekerja sebagaimana mestinya.

◉ Pratinjau
Uji dengan lima kondisi
  1. Kode peserta kosong.
  2. Satu soal belum dijawab.
  3. Semua jawaban benar.
  4. Semua jawaban salah.
  5. Dibuka melalui telepon genggam.
Gambar 8. Jangan membagikan formulir sebelum menjalankan uji coba.

Gandakan menjadi Post-Test

Pilih menu tiga titik, klik Buat salinan/Make a copy, kemudian ubah judul menjadi Post-Test. Pertahankan kode peserta, indikator, bobot, dan pengaturan dasar.

Buat salinan

Cetak
Tambahkan kolaborator
Salinan Pre-Test Post-Test
Gambar 9. Menggandakan formulir mencegah respons pre-test dan post-test tercampur.

Publikasikan dan salin tautan responden

Klik Publikasikan/Publish atau Kirim/Send, sesuai tampilan akun. Tentukan siapa yang dapat merespons, lalu salin tautan responden. Jangan menyalin alamat halaman editor.

Publikasikan
Bagikan formulir

Responden: Siapa saja yang memiliki link

https://forms.gle/contoh-tautan
Salin link
Gambar 10. Salin tautan responden setelah aksesnya dipastikan benar.
TahapWaktuCatatan
Pre-testSebelum materiTanpa diskusi jawaban.
PembelajaranSetelah pre-test selesaiMateri, praktik, dan umpan balik.
Post-testSetelah pembelajaranWaktu dan kondisi sebanding.

Hubungkan respons ke Google Sheets

Buka tab Tanggapan/Responses, lalu klik ikon Google Sheets. Lakukan pada Pre-Test dan Post-Test.

PertanyaanTanggapanSetelan
12 tanggapan
Hubungkan ke Spreadsheet

Buat spreadsheet baru atau pilih spreadsheet yang ada.

Gambar 11. Ikon hijau membuat spreadsheet respons.

Pasangkan nilai berdasarkan Kode Peserta

Buat lembar baru bernama REKAP. Susun kolom Kode Peserta, Nama, Pre-Test, Post-Test, Kenaikan, N-Gain, Kategori, dan Status.

Contoh mengambil skor pre-test dengan XLOOKUP:

=XLOOKUP(A2;'RESPONS PRE-TEST'!B:B;'RESPONS PRE-TEST'!F:F;"Tidak ditemukan")

Contoh mengambil skor post-test:

=XLOOKUP(A2;'RESPONS POST-TEST'!B:B;'RESPONS POST-TEST'!F:F;"Tidak ditemukan")

Sesuaikan nama lembar dan kolom. Pada contoh ini, kolom B berisi Kode Peserta dan kolom F berisi Skor. Jika spreadsheet memakai koma sebagai pemisah argumen, ganti titik koma dengan koma.

Jika XLOOKUP belum tersedia:

=IFERROR(VLOOKUP(A2;'RESPONS PRE-TEST'!B:F;5;FALSE);"Tidak ditemukan")

Hitung kenaikan, N-Gain, kategori, dan status

Kenaikan: =D2-C2 N-Gain: =IF(C2=100;NA();(D2-C2)/(100-C2)) Kategori: =IF(F2>=0,7;"Tinggi";IF(F2>=0,3;"Sedang";"Rendah")) Status: =IF(D2>=70;"Tuntas";"Perlu Penguatan")
KodeNamaPrePostNaikN-GainKategoriStatus
PPK-001Ahmad6085250,625SedangTuntas
PPK-002Fatimah7590150,600SedangTuntas
PPK-003Rahman4560150,273RendahPerlu penguatan
Gambar 12. Contoh rekap nilai yang sudah dipasangkan berdasarkan Kode Peserta.
Jika skor muncul sebagai “60 / 100”: buat kolom bantu untuk mengambil angka sebelum tanda garis miring, misalnya =VALUE(TRIM(INDEX(SPLIT(C2;"/");1;1))). Sesuaikan alamat sel dengan kolom skor.

10. Cara membaca hasil

Pertanyaan evaluasiDataTindak lanjut
Apakah kemampuan meningkat?Rata-rata pre, post, kenaikan, dan N-Gain.Nilai efektivitas umum.
Siapa yang belum tuntas?Nilai individual dan indikator yang salah.Remedial atau pendampingan.
Materi mana yang sulit?Soal yang paling sering salah.Perbaiki penjelasan dan latihan.
Apakah soalnya bermasalah?Soal yang hampir semua peserta salah atau benar.Periksa redaksi, kunci, pengecoh, dan tingkat kesulitan.
Contoh: nilai 60 menjadi 85 berarti naik 25 poin. N-Gain = (85−60) ÷ (100−60) = 0,625 atau kategori sedang. Peserta tuntas jika batas kelulusan ditetapkan 70.

Interpretasi N-Gain

NilaiInterpretasi praktis
≥ 0,70Tinggi
0,30–<0,70Sedang
< 0,30Rendah
NegatifNilai post-test menurun; perlu ditelusuri.

N-Gain bukan satu-satunya bukti keberhasilan. Baca bersama distribusi nilai, hasil per indikator, kehadiran, kondisi pelaksanaan, dan kualitas soal.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Pre-test dan post-test mengukur indikator atau tingkat kesulitan berbeda.
  • Peserta menggunakan kode berbeda sehingga skor tidak dapat dipasangkan.
  • Jawaban benar pre-test ditampilkan sebelum post-test.
  • Satu formulir digunakan dua kali dengan pembatasan satu respons.
  • Kunci jawaban dan total poin tidak diuji sebelum dibagikan.
  • Tautan editor dibagikan sebagai pengganti tautan responden.
  • Kesimpulan hanya berdasarkan rata-rata tanpa memeriksa peserta dan soal.
  • Spreadsheet respons dibagikan kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Checklist sebelum pelaksanaan

  • ☐ Tujuan dan indikator setiap soal sudah jelas.
  • ☐ Judul dan petunjuk pengerjaan sudah lengkap.
  • ☐ Kode Peserta wajib dan identik pada kedua formulir.
  • ☐ Kunci jawaban dan total poin sudah diuji.
  • ☐ Jawaban benar pre-test tidak bocor.
  • ☐ Akses responden sudah benar.
  • ☐ Respons terhubung ke Google Sheets.
  • ☐ Rumus rekap diuji dengan sedikitnya tiga peserta contoh.
  • ☐ Tautan diuji melalui HP dan akun berbeda.
  • ☐ Batas kelulusan dan tindak lanjut sudah ditentukan.

Catatan untuk penelitian

Google Forms dapat digunakan sebagai media pengumpulan data penelitian, tetapi bukan jaminan bahwa instrumennya telah sahih. Penelitian eksperimen tetap memerlukan pengujian validitas dan reliabilitas, kesetaraan soal, prosedur sampling, pengendalian variabel, serta analisis statistik yang sesuai. Kenaikan nilai saja belum membuktikan bahwa pelatihan menjadi satu-satunya penyebab perubahan.

Kesimpulan

Google Forms memudahkan koreksi dan rekap nilai. Namun, kualitas evaluasi ditentukan oleh kesetaraan indikator, kode peserta yang konsisten, pengaturan kuis yang tepat, kondisi pengerjaan yang sebanding, serta analisis per peserta dan per soal. Dengan langkah tersebut, hasil pre-test dan post-test menjadi bahan nyata untuk memperbaiki pembelajaran.

Komentar

  1. terima kasih...pemula seperti saya terbantu sangat

    BalasHapus
  2. berguna bgt...sy yg emak2 kbgian tgs bikin bgni nu webinar kami terimakasih.arahan jelas

    BalasHapus
  3. Untuk penelitian eksperimen apakah bisa menggunakan cara sperti ini??

    BalasHapus
  4. terimakasih, sangat membantu sekali.

    akuntansimandiri.com

    BalasHapus
  5. Soal.pre dan post sama.biar ga bikinnya 2x apakah bisa? Dan ada beberapa kelas misalnya biar ga ngetik beberapa kl

    BalasHapus
  6. Bagaimana cara untuk menganalisa hasil pre dan post test gan ?

    BalasHapus
  7. alhamdulillah terimakasih atas ilmunya semoga bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunitas Pembelajar

Ikuti Sukri Almarosy

Jadilah bagian dari komunitas pembelajar PBJ, kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi ASN. Dengan menjadi follower, materi terbaru lebih mudah ditemukan melalui Daftar Bacaan Blogger Anda.

  • Mengetahui pembaruan artikel dan materi pembelajaran lebih cepat.
  • Mudah kembali ke panduan PBJ, simulasi, dan pembahasan terbaru.
  • Gratis, aman melalui akun Google, dan dapat berhenti mengikuti kapan saja.

✓ Menjadi Followers

Klik tombol di bawah, masuk dengan akun Google, lalu pilih mengikuti secara publik atau anonim.

✓ Ikuti di Blogger Nama dan foto profil hanya tampil jika Anda memilih mengikuti secara publik.

Mulai Belajar Hari Ini

Pengetahuan yang tepat membuat kita bekerja lebih tenang dan profesional.

Jelajahi Rumah Belajar ASN