Langsung ke konten utama

Materi Terbaru

Penyedia sudah ada yang tentukan, Pejabat Pengadaan Harus Bagaimana?

STUDI KASUS PENGADAAN BARANG/JASA Penyedia Sudah Ditentukan Sebelum Pengadaan Dimulai: Apa yang Harus Dilakukan Pejabat Pengadaan? Memahami batas arahan pimpinan, independensi pemilihan penyedia, dan langkah dokumentasi yang tepat. Pimpinan: "Pak, untuk pekerjaan ini penyedianya sudah ada. Tidak perlu cari yang lain. Silakan segera diproses." Bagi sebagian Pejabat Pengadaan, kalimat tersebut mungkin terdengar biasa. Namun, persoalannya tidak selalu sesederhana menerima dokumen, mengundang penyedia, melakukan negosiasi, lalu menyelesaikan proses pengadaan. Bagaimana jika penyedia yang diarahkan ternyata tidak memenuhi persyaratan? Bagaimana jika penawaran harganya tidak wajar? Bagaimana jika pimpinan tetap meminta perusahaan tersebut dipilih meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidaksesuaian? Di satu sisi, Pejabat Pengadaan berkewajiban mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan organisasi. Di sisi lain, setiap keputusan ya...

Fa’il (Fā‘il) dalam Ilmu Nahwu: Pengertian, Tanda Raf‘, dan Contoh I‘rab

Mengapa dalam kalimat Arab berikut kata الطَّالِبُ dibaca dengan ḍammah, sedangkan الْكِتَابَ dibaca dengan fatḥah? قرأ الطالب الكتاب قَرَأَ الطَّالِبُ الْكِتَابَ Siswa itu membaca buku. Kata الطَّالِبُ berkedudukan sebagai fā‘il , sedangkan الْكِتَابَ berkedudukan sebagai maf‘ūl bih . Fā‘il merupakan salah satu kelompok isim marfū‘ yang perlu dikuasai ketika membaca kitab Arab tanpa harakat. Fā‘il dapat berupa isim yang tampak, ḍamīr yang melekat pada fi‘il, atau ḍamīr yang tersembunyi. Fā‘il pun tidak selalu berarti orang yang sengaja melakukan tindakan. الْفَاعِلُ Artikel ini membahas pengertian, macam-macam fā‘il, tanda raf‘, pembedaan fā‘il dengan unsur kalimat lain, contoh Al-Qur’an, dan latihan i‘rab yang dapat dikerjakan sebelum membuka jawabannya. Ringkasan 60 Detik Dalam pembahasan dasar ilmu nahwu, fā‘il adalah isim marfū‘ yang fi‘ilnya disebutkan sebelumnya . Fā‘il dapat berupa isim ẓāhir maupun ḍamīr muḍmar. الْفَاعِلُ مَرْفُوعٌ. Fā‘il berkedudukan marfū‘....

Inna dan Saudara-Saudaranya: 6 Huruf, Hukum I‘rab, dan Contohnya

  Ketika membaca kitab Arab tanpa harakat, kita sering menemukan kalimat yang diawali oleh إِنَّ , كَأَنَّ , لَيْتَ , atau لَعَلَّ . Kata-kata tersebut bukan fi‘il. Kata-kata tersebut termasuk kelompok huruf nāsikh yang dapat mengubah kedudukan i‘rab mubtada’ dan khabar. Sebelum dimasuki Inna: الطَّالِبُ مُجْتَهِدٌ Siswa itu rajin. Setelah dimasuki Inna: إِنَّ الطَّالِبَ مُجْتَهِدٌ Sesungguhnya siswa itu rajin. Mengapa kata الطَّالِبُ berubah menjadi الطَّالِبَ , sedangkan مُجْتَهِدٌ tetap marfū‘? Jawabannya terdapat dalam pembahasan Inna dan saudara-saudaranya , yang dalam bahasa Arab disebut: إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا Artikel ini membahas enam huruf nāsikh, hukum isim dan khabarnya, tanda i‘rab, contoh Al-Qur’an, serta latihan untuk menentukan harakat akhir kata ketika membaca kitab tanpa harakat. Ringkasan 60 Detik Inna dan saudara-saudaranya merupakan enam huruf nāsikh. Dalam pola dasarnya, kelompok ini masuk ke dalam susunan...
← Sebelumnya Memuat halaman… Berikutnya →

Komunitas Pembelajar

Ikuti Sukri Almarosy

Jadilah bagian dari komunitas pembelajar PBJ, kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi ASN. Dengan menjadi follower, materi terbaru lebih mudah ditemukan melalui Daftar Bacaan Blogger Anda.

  • Mengetahui pembaruan artikel dan materi pembelajaran lebih cepat.
  • Mudah kembali ke panduan PBJ, simulasi, dan pembahasan terbaru.
  • Gratis, aman melalui akun Google, dan dapat berhenti mengikuti kapan saja.

✓ Menjadi Followers

Klik tombol di bawah, masuk dengan akun Google, lalu pilih mengikuti secara publik atau anonim.

✓ Ikuti di Blogger Nama dan foto profil hanya tampil jika Anda memilih mengikuti secara publik.

Mulai Belajar Hari Ini

Pengetahuan yang tepat membuat kita bekerja lebih tenang dan profesional.

Jelajahi Rumah Belajar ASN