Langsung ke konten utama

Materi Terbaru

Kontrak Lumsum: Volume BOQ Berbeda dengan Hasil MC-0, Bolehkah Adendum Tambah-Kurang?

Kontrak Lumsum: Volume BOQ Berbeda dengan Hasil MC-0, Bolehkah Adendum Tambah-Kurang? Dalam pekerjaan konstruksi dengan kontrak lumsum , sering ditemukan perbedaan antara volume dalam BOQ dengan hasil pengukuran pada saat MC-0. Contoh sederhana BOQ kontrak: 100 meter Hasil MC-0: 115 meter Apakah selisih 15 meter tersebut dapat langsung dijadikan pekerjaan tambah dan nilai kontraknya ditambah? Jawaban singkat: tidak otomatis. Pada kontrak lumsum, yang harus diperiksa bukan sekadar apakah volume BOQ berbeda dengan hasil MC-0. Pertanyaan yang lebih penting adalah mengapa volume tersebut berbeda dan apakah perbedaan itu menyebabkan berubahnya ruang lingkup, gambar, spesifikasi teknis, atau keluaran yang diperjanjikan? Inilah titik penting untuk membedakan antara selisih kuantifikasi dalam kontrak lumsum dan perubahan kontrak yang memang memiliki dasar untuk dilakukan . 1. Kontrak Lumsum Bukan Kontrak Harga Satuan Pasal 27 Peraturan Presiden Nomor 16...

Badal: Ketika Kata Kedua Menjelaskan atau Menggantikan Kata Pertama

```html BELAJAR MEMBACA KITAB GUNDUL Badal: Ketika Kata Kedua Menjelaskan atau Menggantikan Kata Pertama Ketika membaca kalimat Arab, kita kadang menemukan dua isim berurutan seperti: جَاءَ أَخُوكَ زَيْدٌ Saudaramu, yaitu Zaid, telah datang. Apakah زَيْدٌ merupakan sifat dari أَخُوكَ? Bukan. Pada analisis yang umum digunakan dalam pembelajaran Nahwu, زَيْدٌ dapat menjadi: بَدَلٌ yaitu kata yang mengikuti kata sebelumnya, sementara kata kedua itulah yang secara langsung dimaksud oleh hukum dalam kalimat. Kaidah pertama: Badal termasuk kelompok التَّوَابِعُ . Karena itu, badal mengikuti mubdal minhu dalam i‘rab. Isi Pembahasan Apa itu badal? Mengapa badal mengikuti i‘rab? Empat jenis badal Badal kull min kull Badal ba‘dh min kull Badal isytimal Badal ghalath Badal vs na‘at, taukid, dan athaf Badal vs ‘athaf bayan Latihan membaca 1. Apa Itu Badal? Definisi ringkas yang sering digunakan dalam Nahwu: الْبَدَلُ تَاب...

Khabar Didahulukan dan Mubtada Diakhirkan: Jangan Salah Menentukan Kedudukan

```html BELAJAR MEMBACA KITAB GUNDUL Khabar Didahulukan dan Mubtada Diakhirkan: Jangan Salah Menentukan Kedudukan Pemula biasanya mengenal pola jumlah ismiyyah seperti: الطَّالِبُ مُجْتَهِدٌ الطَّالِبُ sebagai mubtada dan مُجْتَهِدٌ sebagai khabar. Lalu bagaimana jika kita menemukan: فِي الْبَيْتِ رَجُلٌ Apakah فِي الْبَيْتِ mubtada karena berada di awal? Tidak. Justru: فِي الْبَيْتِ = خَبَرٌ مُقَدَّمٌ رَجُلٌ = مُبْتَدَأٌ مُؤَخَّرٌ Inilah yang disebut: khabar didahulukan dan mubtada diakhirkan. Kaidah pertama: Posisi sebuah kata dalam tulisan tidak selalu sama dengan fungsi Nahwunya. Kata yang muncul pertama belum tentu mubtada. Isi Pembahasan Pola normal mubtada–khabar Apa itu khabar muqaddam? Mengapa khabar didahulukan? Kapan khabar wajib didahulukan? Kapan pendahuluan khabar hanya boleh? Khabar berupa jar-majrur dan zharaf Jangan salah mengira semua jar-majrur sebagai khabar Contoh yang sering muncul dalam kitab ...

Dana BTT dalam APBD: Dari Penganggaran, Pengadaan sampai Pertanggungjawaban

Dana BTT dalam APBD: Dari Penganggaran, Pengadaan sampai Pertanggungjawaban Belanja Tidak Terduga (BTT) sering dipahami sederhana sebagai “dana darurat”. Akibatnya, ketika suatu kegiatan dibiayai dari BTT, tidak jarang muncul anggapan bahwa pengadaan barang/jasanya otomatis dapat dilakukan menggunakan mekanisme pengadaan dalam penanganan keadaan darurat. Pemahaman tersebut tidak selalu benar. BTT dan Pengadaan Darurat adalah dua hal yang berbeda. BTT menjawab pertanyaan: dari pos anggaran mana pengeluaran dapat dibiayai? Pengadaan Barang/Jasa menjawab pertanyaan: bagaimana barang/jasa tersebut diperoleh? Karena itu, sebelum pemerintah daerah melaksanakan suatu pengeluaran menggunakan BTT, setidaknya terdapat dua pengujian yang harus dilakukan secara terpisah: Apakah kebutuhan tersebut memang dapat dibiayai dari BTT? Apabila membutuhkan barang/jasa, mekanisme pengadaan apa yang tepat? Dua pertanyaan tersebut terlihat sederhana, tetapi menjadi sangat penting kar...
← Sebelumnya Memuat halaman… Berikutnya →

Komunitas Pembelajar

Ikuti Sukri Almarosy

Jadilah bagian dari komunitas pembelajar PBJ, kepemimpinan, dan pengembangan kompetensi ASN. Dengan menjadi follower, materi terbaru lebih mudah ditemukan melalui Daftar Bacaan Blogger Anda.

  • Mengetahui pembaruan artikel dan materi pembelajaran lebih cepat.
  • Mudah kembali ke panduan PBJ, simulasi, dan pembahasan terbaru.
  • Gratis, aman melalui akun Google, dan dapat berhenti mengikuti kapan saja.

✓ Menjadi Followers

Klik tombol di bawah, masuk dengan akun Google, lalu pilih mengikuti secara publik atau anonim.

✓ Ikuti di Blogger Nama dan foto profil hanya tampil jika Anda memilih mengikuti secara publik.

Mulai Belajar Hari Ini

Pengetahuan yang tepat membuat kita bekerja lebih tenang dan profesional.

Jelajahi Rumah Belajar ASN