Langsung ke konten utama

Syarat Pokja : Apakah Anda Memenuhi Syarat Menjadi Pokja Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemerintah?

Ketika seorang ASN memilki profesi sebagai Pokja atau bekerja di ULP maka akan kita dapati  berbagai macam tanggapan dari ASN yang berprofesi diluar pokja. Ada berbagai tanggapan positif namun lebih banyak tanggapan negatifnya. Tanggapan bisa dari sesama ASN maupun dari masyarakat penyedia. Hal ini terjadi karena ada berbagai hal yang jauh sebelumnya telah ada berbagai budaya yang menyimpang yang menyebabkan stigma jelek itu melekat pada Pokja. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam pengadaan barang/jasa pemerintah rawan dengan pengaturan mulai dari tingkat atas kebawah dan hal inilah yang terjadi dalam mengadaan e-KTP. Pokja adalah filter terakhir yang diharapkan bisa bekerja profesional. Selama ini stigma yang melekat adalah bahwa untuk menjadi pokja hanya perlu 2 (dua) syarat yaitu bersertifikat dan bisa mengamankan “arahan/titipan” yang dibalut dengan kata “Kebijakan”.
Padahal sekarang LKPP sebagai lembaga yang menaungi pengadaan barang/jasa pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang sangat mendorong terciptanya pengadaan yang kredibel dengan berbagai cara. Sehingga kita dapati bahwa pengadaan sekarang ini sudah jauh berubah baik dari sisi regulasi maupun dari sisi tata cara pengadaan.
Pengadaan sekarang fokus menggunakan teknologi informasi diantaranya, Sirup, e-tendering, e-purchasing, e-monev, whistleblower dan aplikasi lainnya. Namun dengan berbagai aplikasi yang dibangun dengan tujuan mengurangi tindakan pelanggaran hukum masih tetap terjadi dimana-mana. Hal ini bisa dilihat dari jumlah kasus korupsi yang ditangani KPK yaitu 80% pada sektor pengadaan barang/jasa pemerintah.

Dengan adanya modernisasi pengadaan melalui konsep Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa yang Center of Excelence (UKPBJ CoE) dengan fokus pada Kelembagaan, Finansial, SDM dan Perluasan Peran. Dengan berbagai perubahan yang ada dengan adanya jaminan karir, tunjangan yang memuaskan, peningkatan SDM yang berkelanjutan dan perbaikan lainnya telah meningkatkan minat para ASN untuk bergabung menjadi Pokja pemilihan penyedia barang/jasa. Untuk bergabung menjadi pokja maka berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Pasal 17 Ayat (1) disebutkan persyaratan menjadi pokja. Apakah anda sudah memenuhi syarat itu? Mari kita periksa satu-satu persatu syarat tersebut. Semoga kita yang telah menjadi pokja dan mau bergabung menjadi pokja memenuhi syarat tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBAGIAN KATA DALAM BAHASA ARAB (Terjemah Mulakhos)

PEMBAGIAN KATA DALAM BAHASA ARAB Nahwu adalah kaidah yang digunakan untuk mengetahui jabatan setiap kata dalam suatu kalimat, mengetahui harakat akhir dan mengetahui tata cara meng-i’rab-nya.[1] Kata dalam Bahasa Arab terbagi menjadi 3 : 1.    Isim Isim adalah setiap kata yang menunjukkan   kepada manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, tempat, waktu, sifat atau makna-makna yang tidak berkaitan dengan waktu. Contoh: رَجُلٌ, أَسَدٌ, زَهْرَةٌ, حَائِطٌ, القَاهِرَةُ, شَهْرٌ, نَظِيفٌ, اِسْتِقْلَالٌ (Seorang lelaki, singa, bunga, dinding, Kairo, bulan, bersih dan kemerdekaan). Yang membedakan isim dengan jenis kata yang lainnya adalah:[2]

Membuat Pre-test dan Post-test pada Pelatihan secara online melalui google form

Sebagai Fasilitator atau Trainer dalam mengajar perlu semaksimal mungkin untuk melakukan transfer pengetahuan. salah satu cara untuk mengetahui tingkat keberhasilan adalah melalui pre-test dan post-test.  Pada tulisan kali ini, akan kami sampaikan tutorial membuat pre-test dan post-test melalui google form.  Dengan menggunakan  pre-test dan post-test melalui google form, maka membuat lebih praktis dan nilai peserta langsung dapat direkap. Dapat dibuat analisa disoal mana yang paling banyak salah yang berarti belum dipahami peserta. Pre test diberikan dengan maksud untuk mengetahui apakah ada diantara peserta yang sudah mengetahui mengenai materi yang akan diajarkan. Pre test juga bisa di artikan sebagai kegiatan menguji tingkatan pengetahuan peserta terhadap materi yang akan disampaikan, kegiatan pre test dilakukan sebelum kegiatan pengajaran diberikan. Adapun manfaat dari diadakannya pree test adalah untuk mengetahui kemampuan awal peserta mengenai pelajaran yang disampai

Ilmu Shorof

Ilmu Shorof bagian dari Ilmu Nahwu, yang ditekankan kepada pembahasan bentuk kata dan keadaannya ketika mufrodnya. Ilmu sharaf adalah pengetahuan untuk menganalisa sebuah kata berbahasa Arab ketika dalam keadaan berdiri sendiri. Pembahasannya meliputi pembentukan kata serta aturan perubahannya menjadi kata-kata baru yang merupakan turunan dari sebuah kata berbahasa Arab. Dalam ilmu tata bahasa Indonesia disebut morfologi.  Jenis Tashrif Tashrif itu ada dua macam: Tashrif Ishtilahi(تَصْرِيْفٌ اِصْطِلاَحِيٌّ)ا, yaitu perubahan kata yang didasarkan pada perbedaan bentuk katanya seperti merubah sebuah kata kerja bentuk lampau menjadi kata kerja bentuk sedang, kata kerja bentuk perintah, kata kerja bentuk larangan, dan seterusnya. Tashrif Lughawi (تَصْرِيْفٌ لُغَوِيٌّ), yaitu perubahan yang didasarkan pada jumlah dan jenis pelakunya seperti perubahan sebuah kata benda tunggal menjadi kata benda berjumlah dua, menjadi kata benda jamak, dan sebagainya.