Langsung ke konten utama

Latihan Soal-Soal Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Formasi CPNS Pengelola Pengadaan Barang/Jasa

Latihan Soal-Soal  Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Formasi CPNS Pengelola Pengadaan Barang/Jasa


Sumber Daya Manusia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah Aparatur Sipil Negara dan Non-Aparatur Sipil Negara yang bekerja di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sumber Daya ManusiaPengadaan Barang/Jasa terdiri atas:

a.     Sumber Daya Pengelola Fungsi Pengadaan Barang/ Jasa;

b.     Sumber Daya Perancang Kebijakan dan Sistem PengadaanBarang/Jasa; dan

c.     Sumber Daya Pendukung Ekosistem Pengadaan Barang/ Jasa.

 


Untuk Sumber Daya Pengelola Fungsi Pengadaan Barang/ Jasa merupakan sumber daya manusia yang melaksanakan fungsi pengadaan barang/ jasa di lingkungan Kementerian/ Lembaga/Pemerintah Daerah, yang terdiri dari :

a.     Pengelola Pengadaan Barang/Jasa; dan

b.     Personel Lainnya.

Untuk pemenuhan Pengelola Pengadaan Barang/Jasa pada 31 Desember 2023 mencapai sekurang-kurangnya 60% (enam puluh persen) dari total penetapan kebutuhan. Untuk Pemenuhan Pengelola PBJ Pejabat dapat dilakukan melalui mekanisme:

1.      pengangkatan pertama;

2.     perpindahan dari Jabatan Lain;

3.     promosi;

4.     Penyesuaian/Inpassing; atau

5.     Penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional.

Pengangkatan pertama merupakan pengangkatan untuk mengisi lowongan kebutuhan JF PPBJ dari Calon PNS yang paling lama 1 (satu) tahun setelah diangkat sebagai PNS, diangkat dalam JF PPBJ. PNS yang telah diangkat dalam JF PPBJ paling lama 3 (tiga) tahun setelah diangkat dalam JF PPBJ harus mengikuti pelatihan fungsional PPBJ Ahli Pertama.

Bagi Pengelola PBJ yang diangkat dalam JF PPBJ melalui pengangkatan pertama, wajib mengikuti pelatihan fungsional PPBJ Ahli Pertama, berupa Pelatihan Penjenjangan JF PPBJ Pertama, paling lama 3 (tiga) tahun setelah diangkat dalam JF PPBJ

Pengisian lowongan kebutuhan JF PPBJ dari Calon PNS, melewati persaingan yang ketat dan beberapa tahapan yaitu:

1. Tahap Pertama Mendaftar akun 

· Pelamar mengakses portal SSCASN di https://sscasn.bkn.go.id.

· Buat akun SSCASN. 

· Login ke akun SSCASN yang telah dibuat. 

· Melengkapi biodata dan mengunggah swafoto.

2. Tahap Kedua Mendaftar formasi CPNS 2021

· Pilih Jenis Seleksi.

· Pilih Formasi.

· Mengunggah dokumen sesuai yang dipersyaratkan.

· Cek resume dan akhiri pendaftaran.

· Cetak kartu informasi akun dan kartu pendaftaran akun.

3. Tahap Ketiga Seleksi administrasi 

· Panitia memverifikasi data pelamar.

· Panitia mengumumkan hasil seleksi administrasi.

· Pelamar yang dinyatakan tidak lulus dapat menyanggah hasil seleksi administrasi.

· Panitia mengumumkan hasil sanggah.

· Pelamar yang dinyatakan lulus melakukan cetak Kartu Ujian.

4. Tahap Keempat Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

· Pelamar melaksanakan ujian SKD.

· Panitia mengumumkan hasil SKD.

· Pelamar yang dinyatakan tidak lulus dapat menyanggah hasil SKD.

· Panitia mengumumkan hasil sanggah.

· Pelamar yang dinyatakan lulus dapat melanjutkan proses ke tahap ujian SKB.

5. Tahap Kelima Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

· Pelamar melaksanakan ujian SKB. 

· Panitia mengumumkan hasil SKB. 

· Pelamar yang dinyatakan tidak lulus dapat menyanggah hasil SKB.

6. Tahap Final Pengumuman kelulusan

· Panitia mengumumkan hasil sanggah Seleksi Kompetensi Bidang. Pengumuman kelulusan      CPNS 2021 bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

· Pelamar yang dinyatakan lulus melakukan pemberkasan

Sebagai seorang praktisi pengadaan barang/jasa pemerintah maka akan mengulas terkait tahap kelima yaitu pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yaitu tes terakhir dalam penerimaan CPNS, merupakan tes penentu peserta tes lolos atau tidak. Jumlah peserta tes ini adalah paling banyak 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan masing-masing jabatan berdasarkan peringkat pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Materi pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) untuk Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa disusun oleh LKPP sebagai instansi Pembina jabatan tersebut yang dintegrasikan dalam bank soal CAT BKN.

Kami ucapkan SELAMAT bagi peserta yang masuk urutan 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan masing-masing jabatan berdasarkan peringkat pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), sehingga masuk ke tahap tes terakhir.

Untuk bahan referensi dalam persiapan mengikuti tes tersebut dapat mengakses materi-materi berikut:

1. Ketentuan Umum

2. Materi 2 - Tujuan,  Kebijakan, Prinsip, dan Etika PBJ

3. Materi 3 - Pelaku PBJ

4. Materi 4 - PBJ secara Elektronik, SDM dan Kelembagaan, Pengawasan, Pengaduan, Sanksi, dan Pelayanan Hukum

5. Materi 5 - Perencanaan Pengadaan

6. Materi 6 - Persiapan PBJ

7. Materi 7 - Pelaksanaan PBJ melalui Swakelola

8. Materi 8 - Pelaksanaan PBJ melalui Penyedia

9. Materi 9 - Pengadaan Khusus

Untuk menguji kemampuan setelah mempelajari materi-materi diatas dapat mengerjakan soal-soal Latihan sebagai berikut: 

1. Latihan Soal 1

2. Latihan Soal 2

3. Latihan Soal 3

4. Latihan Soal 4

5. Latihan Soal 5

6. Latihan Soal 6

Apabila dalam mempelajari materi-materi dan mengerjakan soal-soal latihan, maka dapat berkonsultasi pada penulis.

Demikian tulisan singkat ini semoga menjadi sumbangsi untuk pemenuhan SDM Pengelola Pengadaan Barang/Jasa sesuai amanat Perpres 16 Tahun 2018 dan Perubahannya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Pre-test dan Post-test pada Pelatihan secara online melalui google form

Sebagai Fasilitator atau Trainer dalam mengajar perlu semaksimal mungkin untuk melakukan transfer pengetahuan. salah satu cara untuk mengetahui tingkat keberhasilan adalah melalui pre-test dan post-test.  Pada tulisan kali ini, akan kami sampaikan tutorial membuat pre-test dan post-test melalui google form.  Dengan menggunakan  pre-test dan post-test melalui google form, maka membuat lebih praktis dan nilai peserta langsung dapat direkap. Dapat dibuat analisa disoal mana yang paling banyak salah yang berarti belum dipahami peserta. Pre test diberikan dengan maksud untuk mengetahui apakah ada diantara peserta yang sudah mengetahui mengenai materi yang akan diajarkan. Pre test juga bisa di artikan sebagai kegiatan menguji tingkatan pengetahuan peserta terhadap materi yang akan disampaikan, kegiatan pre test dilakukan sebelum kegiatan pengajaran diberikan. Adapun manfaat dari diadakannya pree test adalah untuk mengetahui kemampuan awal peserta mengenai pelajaran yang disampai

PEMBAGIAN KATA DALAM BAHASA ARAB (Terjemah Mulakhos)

PEMBAGIAN KATA DALAM BAHASA ARAB Nahwu adalah kaidah yang digunakan untuk mengetahui jabatan setiap kata dalam suatu kalimat, mengetahui harakat akhir dan mengetahui tata cara meng-i’rab-nya.[1] Kata dalam Bahasa Arab terbagi menjadi 3 : 1.    Isim Isim adalah setiap kata yang menunjukkan   kepada manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, tempat, waktu, sifat atau makna-makna yang tidak berkaitan dengan waktu. Contoh: رَجُلٌ, أَسَدٌ, زَهْرَةٌ, حَائِطٌ, القَاهِرَةُ, شَهْرٌ, نَظِيفٌ, اِسْتِقْلَالٌ (Seorang lelaki, singa, bunga, dinding, Kairo, bulan, bersih dan kemerdekaan). Yang membedakan isim dengan jenis kata yang lainnya adalah:[2]

Persyaratan Kualifikasi Penyedia Berdasarkan Pepres 16 Tahun 2018

Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 dan Peraturan Lembaga Nomor 9 Tahun 2018 terdapat beberapa berbedaan persyaratan kualifikasi. Persyaratan Kualifikasi Penyedia Berdasarkan Pepres 16 Tahun 2018 Pokja Pemilihan menyusun persyaratan Penyedia dengan memperhatikan jenis barang/jasa, nilai Pagu Anggaran, dan ketentuan yang berkaitan dengan persyaratan Pelaku Usaha barang/jasa tertentu yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang. Dalam menentukan persyaratan Penyedia, Pokja Pemilihan dilarang menambah persyaratan kualifikasi yang diskriminatif dan tidak objektif yang dapat menghambat dan membatasi keikutsertaan Pelaku Usaha dalam proses pemilihan. Pokja Pemilihan menyusun persyaratan kualifikasi untuk memastikan Pelaku Usaha yang akan menjadi Penyedia barang/jasa mempunyai kemampuan untuk menyediakan barang/jasa. Persyaratan kualifikasi terdiri dari persyaratan administrasi/legalitas , teknis , dan keuangan .