Pengadaan pemerintah tidak selalu rusak karena kekurangan aturan. Ia lebih sering melemah ketika kebiasaan yang salah memperoleh pembenaran: “sudah biasa”, “semua juga begitu”, “yang penting pekerjaan selesai”, atau “kalau terlalu lurus, kegiatan tidak akan jalan”. Kalimat-kalimat itu terdengar praktis, tetapi sesungguhnya sedang menggeser batas antara diskresi yang sah dan penyimpangan yang merusak. Inilah wilayah yang lama dianggap tabu. Orang mengetahui adanya intervensi, konflik kepentingan, spesifikasi yang diarahkan, persaingan semu, dokumen yang disusun belakangan, atau pengawasan yang sekadar formalitas. Namun, pembicaraan berhenti karena sungkan, takut dianggap tidak loyal, atau khawatir mengganggu kepentingan yang sudah terbentuk. Kerusakan pengadaan sering tidak dimulai dari pelanggaran besar, tetapi dari penyimpangan kecil yang dibiarkan, diulang, lalu dianggap biasa. Masalah ini bukan sekadar kesan. Pada 20 April 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi...
Rumah Belajar ASN | Pengadaan | Kepemimpinan