Langsung ke konten utama

Pengukuran Kinerja Pengadaan/Procurement Measurement Management (PMM)



Pengukuran Kinerja Pengadaan/Procurement Measurement Management (PMM)


Dalam program modernisasi pengadaan yang dilakukan antara LKPP dengan MCA-I, dipaparkan panduan dan tatacara mengukur kinerja pengadaan.

Dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa perlu terus dilakukan perbaikan, sehingga diperlukan alat untuk bisa melihat secara komprehenship apa permasalahan dan apa yang harus dilakukan.


Dengan melakukan pengukuran maka akan menjadi acuan atau langkah untuk meningkatkan dari   sisi mana yang akan ditingkatkan. Adapun hal-hal yang diukur ada 4 area dengan 12 indikator.
Contoh pengukuran yang dilakukan untuk proses pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pada Pemerintah Kabupaten maros per Agustus 2018.
Pengukuran ini melibatkan proses dari perencanaan, persiapan dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.
  1. Proses Pengadaan Selesai Tepat Waktu – Jumlah
    Indikator ini mengukur perbandingan antara jadwal yang ditetapkan dalam RUP dengan jadwal realisasi dari sisi jumlah paket
  2. Proses Pengadaan Selesai Tepat Waktu - Nilai
    Indikator ini mengukur perbandingan antara jadwal yang ditetapkan dalam RUP dengan jadwal realisasi dari sisi nilai paket
  3.  Efisiensi
    Indikator ini mengukur perbandingan antara nilai pagu pada RUP yang ditetapkan dengan nilai kontrak
  4. a | Kualitas Rencana Pengadaan
    Indikator ini mengukur waktu pengumuman pada RUP dibandingkan dengan waktu yang ditetapkan dalam surat edaran 
  5. 4b | Kualitas Rencana Pengadaan
    Indikator ini mengukur perbandingan antara jadwal tender yang ditetapkan dalam KAK dengan pelaksanaan tender pada Pokja
  6. 4C| Kualitas Rencana Pengadaan
    Indikator ini mengukur perbandingan antara jadwal pelaksanaan yang ditetapkan dalam KAK dengan pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia
  7. 4d | Kualitas Rencana Pengadaan
    Indikator ini mengukur perbandingan antara jadwal selesai pelaksanaan yang ditetapkan dalam kontrak dengan realisasi pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia
  8. Partisipasi Penyedia Barang/Jasa
    indikator ini mengukukur tingkat partisipasi penyedia dalam tender 
  9. Kesesuaian dengan Persyaratan Pelelangan
    Indikator ini mengukur tingkat kelulusan atau pemenuhan persyaratan dalam tender
  10. Kesesuaian dengan Persyaratan Kontrak

    Indikator ini mengukur tingkat cidera janji penyedia dalam pelaksanaan kontrak
  11. Tingkat Layanan - Kepuasan Pelanggan Internal
    Mengukur tingkat kepuasan dari stakeholder PA, KPA, PPK, PPTK maupun PPHP
    Belum dilakukan survey untuk 2018
  12. Tingkat Layanan - Kepuasan Pelanggan Eksternal


    Mengukur tingkat kepuasan dari stakeholder penyedia barang/jasa
    Belum dilakukan survey untuk 2018

    Tiap indikator ini akan dilakukan analisa mengapa target tidak tercapai dan apa yang harus dilakukan untuk perbaikan selanjutnya.

Komentar

  1. boleh saya di share panduan pengukuran kinerja pengadaan ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emailnya boleh untuk share pengukuran kinerja

      Hapus
    2. Maaf Pak, Saya minta izin dishare juga ya..alamat email saya bakri0haryadi@gmail.com

      Hapus
    3. Maaf Pak, Saya minta izin dishare juga ya..alamat email saya bakri0haryadi@gmail.com

      Hapus
    4. maaf pak, saya minta dishare juga... alamat email andyan_2@yahoo.com
      Terima Kasih

      Hapus
  2. Bolehkah juga di share ke email saya pak sukri? selviyuliarni19@gmail.com
    Terima kasih sebelumnya yaa..
    Salam buat Maros, sukses terus..

    BalasHapus
  3. bisa share mas sukri
    email sy karaeng71@gmail.com

    BalasHapus
  4. Maaf, pak Sukri, mohon dishare ke dhergrisaf2@gmail.com

    BalasHapus
  5. Maaf pak, boleh sekalian juga di share ke saya kah? di email yoanarsiani@gmail.com
    Terima kasih

    BalasHapus
  6. Ijin Pak Sukri boleh dishare untuk panduan pengukuran kinerja ini Pak :
    chandresbrilliant@yahoo.com
    Terima Kasih.

    BalasHapus
  7. Sudha kami kirimkan materi terkait. Mohon maaf baru terjawab karena kesibukan

    BalasHapus
  8. Apabila ada yang mau dikonfirmasi silahkan hubungi kami di nomor profil

    BalasHapus
    Balasan
    1. izin pak, apa boleh saya mendapatkan pengukuran kinerjanya juga ? jika berkenan, mohon kirim ke email shindie.joushan@gmail.com, terima kasih

      Hapus
  9. Bolehkah juga di share ke email saya pak sukri?
    yebby@bps.go.id
    Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  10. Bolehkah juga di share ke email saya pak sukri?
    yenny@bps.go.id
    Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  11. mau juga pak, lululukitasari@gmail.com terimakasih

    BalasHapus
  12. Ijin Pak, bolehkah di share materi tsb ke email saya: nurkholis.thalib@gmail.com.

    Terima kasih Pak 🙏

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Pre-test dan Post-test pada Pelatihan secara online melalui google form

Sebagai Fasilitator atau Trainer dalam mengajar perlu semaksimal mungkin untuk melakukan transfer pengetahuan. salah satu cara untuk mengetahui tingkat keberhasilan adalah melalui pre-test dan post-test.  Pada tulisan kali ini, akan kami sampaikan tutorial membuat pre-test dan post-test melalui google form.  Dengan menggunakan  pre-test dan post-test melalui google form, maka membuat lebih praktis dan nilai peserta langsung dapat direkap. Dapat dibuat analisa disoal mana yang paling banyak salah yang berarti belum dipahami peserta. Pre test diberikan dengan maksud untuk mengetahui apakah ada diantara peserta yang sudah mengetahui mengenai materi yang akan diajarkan. Pre test juga bisa di artikan sebagai kegiatan menguji tingkatan pengetahuan peserta terhadap materi yang akan disampaikan, kegiatan pre test dilakukan sebelum kegiatan pengajaran diberikan. Adapun manfaat dari diadakannya pree test adalah untuk mengetahui kemampuan awal peserta mengenai pelajaran yang disampai

PEMBAGIAN KATA DALAM BAHASA ARAB (Terjemah Mulakhos)

PEMBAGIAN KATA DALAM BAHASA ARAB Nahwu adalah kaidah yang digunakan untuk mengetahui jabatan setiap kata dalam suatu kalimat, mengetahui harakat akhir dan mengetahui tata cara meng-i’rab-nya.[1] Kata dalam Bahasa Arab terbagi menjadi 3 : 1.    Isim Isim adalah setiap kata yang menunjukkan   kepada manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, tempat, waktu, sifat atau makna-makna yang tidak berkaitan dengan waktu. Contoh: رَجُلٌ, أَسَدٌ, زَهْرَةٌ, حَائِطٌ, القَاهِرَةُ, شَهْرٌ, نَظِيفٌ, اِسْتِقْلَالٌ (Seorang lelaki, singa, bunga, dinding, Kairo, bulan, bersih dan kemerdekaan). Yang membedakan isim dengan jenis kata yang lainnya adalah:[2]

Persyaratan Kualifikasi Penyedia Berdasarkan Pepres 16 Tahun 2018

Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 dan Peraturan Lembaga Nomor 9 Tahun 2018 terdapat beberapa berbedaan persyaratan kualifikasi. Persyaratan Kualifikasi Penyedia Berdasarkan Pepres 16 Tahun 2018 Pokja Pemilihan menyusun persyaratan Penyedia dengan memperhatikan jenis barang/jasa, nilai Pagu Anggaran, dan ketentuan yang berkaitan dengan persyaratan Pelaku Usaha barang/jasa tertentu yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang. Dalam menentukan persyaratan Penyedia, Pokja Pemilihan dilarang menambah persyaratan kualifikasi yang diskriminatif dan tidak objektif yang dapat menghambat dan membatasi keikutsertaan Pelaku Usaha dalam proses pemilihan. Pokja Pemilihan menyusun persyaratan kualifikasi untuk memastikan Pelaku Usaha yang akan menjadi Penyedia barang/jasa mempunyai kemampuan untuk menyediakan barang/jasa. Persyaratan kualifikasi terdiri dari persyaratan administrasi/legalitas , teknis , dan keuangan .